Wajah Demokrasi Antara Kartel Politik dan Oligarki - Viral -
Dibaca : 666 kali
Periode kedua Presiden Jokowi bebas dengan tekanan pencitraan. karena tidak akan mencalonkan lagi. Jokowi harus menunjukan yang terbaik periode kedua dengan legasi yang membuat rakyat sejahtera. Pemerintah harus tegas terhadap kelompok-kelompok yang menganggu roda pemerintahan. Terutama para kartel politik dan oligarki yang selalu berkelit lewat baju partai politik, baju agama, premanisme sampai dengan pelacur intelektual.
Demokrasi yang dikuasi kelas pengatur akan menghantarkan demokrasi pada kenikmatan kelompok oligarki saja tanpa melihat kehendak baik masyarakat sebagai ruh daripada demokrasi. Dengan kata lain, demokrasi bukan saja sirkulasi kekuasaan semata tetapi bagaimana demokrasi diwujudkan dalam tindakan kongkrit untuk memposisikan masyarakat sebagai objek vital perubahan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tri Winarsih, Sosok di Balik Wajah Rupawan Paskibraka Nasional 2019Impian Tri Winarsih masuk dalam tim make up artist (MUA) Paskibraka Nasional 2019 terkabul. TriWinarsih
Baca lebih lajut »
Pimpin Upacara HUT RI di Pulau Reklamasi, Anies Bicara Wajah Baru JakartaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memimpin upacara HUT ke-74 RI di Pulau D Reklamasi. Dalam pidatonya, Anies bicara soal wajah baru Jakarta. RI74
Baca lebih lajut »
Pidato Upacara HUT ke-74 RI, Anies Bicara soal Wajah Baru JakartaAnies mengatakan, pihaknya tengah mewujudkan Jakarta sebagai kota maju, kota lestari, kota berbudaya.
Baca lebih lajut »
Tren, Operasi Kecantikan untuk Memperbaiki Struktur WajahKeinginan menyempurnakan wajah dan postur tubuh mulai menjadi tren di Indonesia sehingga permintaan bedah plastik maupun...
Baca lebih lajut »
Jatuh dan Wajah Mengelupas, Lady Biker Ini Tak Kapok Naik MotorLady biker Era pernah ikut balap liar sewaktu SMA. Jatuh, motornya hancur dan setengah kulit wajahnya mengelupas terseret di permukaan aspal.
Baca lebih lajut »