Interaksi antara warga Tionghoa dan masyarakat Betawi sudah berlangsung sejak masih berbentuk nusantara.
Selasa, 11 Agustus 2020 | 20:13 WIBmempunyai peran besar dalam pembangunan bangsa Indonesia khususnya di DKI Jakarta. Bahkan interaksi antara warga Tionghoa dan masyarakat Betawi sudah berlangsung sejak masih berbentuk nusantara.
Dialog ini dilakukan dalam rangka memperingati HUT ke-75 RI. Selain Ariza, acara ini dihadiri Kepala Badan Kesatuan, Bangsa, dan Politik DKI Jakarta, Taufan Bakri, Ketua FKUB DKI Jakarta, Dede Rosyada; para pengurus FKUB kota dan kabupaten, serta para pimpinan Majelis Agama-Agama tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Pemahaman yang kurang lengkap atau bahkan tidak lengkap terhadap eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia menjadikan jarak yang lebar dengan etnis lainnya. Padahal sejarah telah mencatat peran etnis tidak kecil, banyak peran strategis bagi terbentuknya bangsa yang besar ini, bangsa Indonesia yang kita cintai," jelas dia.
"Generasi milenial masa kini harus mengenali, di samping menumbuhkan kesadaran bahwa bangsa ini penuh dengan keragaman, tapi juga tidak mungkin kita meninggalkan perbedaan, mulai yang alami dan historis, baik geografis, sosial, agama, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi tetap satu juha. Memiliki tekad yang sama untuk Indonesia yang lebih baik," imbuh dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 TahunAriza mengatakan, delapan persen dari total pasien positif Covid-19 di Ibu Kota berusia di bawah 19 tahun.
Baca lebih lajut »
Wagub DKI Sebut Jaksel Butuh 1.500 Kantong Darah per Bulan |Republika OnlineMasa pandemi, PMI Jaksel hanya mengumpulkan 100 hingga 200 kantong dari pendonor.
Baca lebih lajut »
Wagub NTB Minta Khotbat Jumat Sosialisasi Protokol Kesehatan |Republika OnlineKontribusi semua elemen masyarakat mulai tokoh masyarakat, tokoh agama penting.
Baca lebih lajut »