Pilpres langsung dinilai lebih demokratis dan transparan
Baca Juga JAKARTA -- Wacana pemilihan presiden kembali menjadi kewenangan MPR dikritik Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute Karyono Wibowo melihat. Menurut Karyono, wacana itu terkesan dipaksakan karena dari berbagai riset dan survei, mayoritas publik tetap menginginkan pemilihan langsung karena selain lebih demokratis, juga transparan.
Wacana pilpres kembali menjadi kewenangan MPR dicetuskan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Bambang beralasan sistem pemilihan presiden yang berlaku saat ini menghabiskan biaya besar. “Kemudian soal politik uang, SARA, apa dasarnya juga. Kalau ada kendala di Undang-undangnya, tinggal dipertegas saja dari sisi hukumannya," kritik dia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jokowi Tak Setuju Wacana Presiden Dipilih MPRPresiden Joko Widodo menolak wacana pemilihan presiden oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat.
Baca lebih lajut »
Wacana 10 Kursi Ketua MPR belum JelasSebanyak enam partai yang lolos ke parlemen mengincar posisi ketua MPR.
Baca lebih lajut »
Wacana Pimpinan MPR 10 Orang Dinilai Tak Masuk Akal'Meskipun sekadar usul, wacana para politisi tentang pimpinan MPR sudah tidak masuk akal..'
Baca lebih lajut »
Wapres Sebut Wacana Penambahan Kursi Pimpinan MPR Jadi 10 BerlebihanKalla menyatakan, jika jumlah pimpinan MPR jadi 10 maka akan menyulitkan proses pengambilan keputusan.
Baca lebih lajut »
Wapres nilai wacana 10 pimpinan MPR tidak efisienWakil Presiden Jusuf Kalla menilai wacana untuk menambah jumlah pimpinan MPR menjadi 10 orang hanya akan membuang-buang waktu, tenaga dan biaya sehingga ...
Baca lebih lajut »
JK Sebut Wacana 10 Pimpinan MPR BerlebihanWapres Jusuf Kalla menilai wacana pimpinan MPR ditambah menjadi 10 orang berlebihan karena hanya membuat kerja MPR tak efektif mengingat tugasnya tak banyak.
Baca lebih lajut »