Virus Marburg Terdeteksi di Guinea, WHO Keluarkan |em|Red Alert|/em| |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Virus Marburg Terdeteksi di Guinea, WHO Keluarkan |em|Red Alert|/em| |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 42 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 20%
  • Publisher: 63%

Virus Marburg telah menewaskan satu orang warga Guinea.

REPUBLIKA.CO.ID, CONAKRY -- Otoritas kesehatan Guinea telah mengonfirmasi satu kematian akibat virus Marburg di negaranya. Virus itu menyebabkan demam berdarah yang sangat menular mirip Ebola.

Kasus baru virus Marburg di Guinea pertama kali diidentifikasi pekan lalu. Virus Marburg muncul dua bulan setelah negara tersebut dinyatakan bebas dari Ebola. Awal tahun ini, Guinea menghadapi gelombang baru penularan Ebola yang menewaskan 12 orang. Sebelum meninggal, pasien yang terinfeksi virus Marburg sempat mencari perawatan di klinik. Namun kondisinya memburuk drastis dan akhirnya meninggal.

Organisasi Kesehatan Dunia telah mengeluarkan"red alert" mengenai kewaspadaan penyebaran virus Marburg. Belum ada obat untuk serangan virus tersebut. Baca Juga "Potensi virus Marburg menyebar jauh dan luas, berarti kita harus menghentikannya," kata Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia untuk Afrika Matshidiso Moeti dalam sebuah pernyataan pada Senin , dikutip dari Reuters, Selasa .

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Guinea Laporkan Kasus Kematian Akibat Virus MarburgGuinea Laporkan Kasus Kematian Akibat Virus MarburgOtoritas kesehatan di Guinea telah mengkonfirmasi satu kematian akibat virus Marburg, sebuah penyakit yang sangat menular dan mirip dengan Ebola.
Baca lebih lajut »

Kasus Pertama Virus Mematikan Marburg Muncul di Afrika BaratKasus Pertama Virus Mematikan Marburg Muncul di Afrika BaratWHO melaporkan Pemerintah Guinea telah mengonfirmasi kasus pertama infeksi mematikan virus Marburg di Afrika Barat.
Baca lebih lajut »

Orang Terinfeksi Varian Delta Miliki Virus 1.000 Kali Lebih Banyak di Saluran PernapasannyaOrang Terinfeksi Varian Delta Miliki Virus 1.000 Kali Lebih Banyak di Saluran PernapasannyaMereka yang terinfeksi varian Delta memiliki rata-rata sekitar 1.000 kali lebih banyak virus di saluran pernapasannya.
Baca lebih lajut »

Gelar Prosesi Aci Pakelem, Koster Berdoa Virus Corona Dikembalikan ke AsalnyaGelar Prosesi Aci Pakelem, Koster Berdoa Virus Corona Dikembalikan ke AsalnyaGubernur Koster memohon kepada Hyang Widhi Wasa agar pandemi Covid-19 cepat dikembalikan ke tempat asalnya. viruscorona
Baca lebih lajut »

Virus Tak Mau Pergi, RI Siapkan Roadmap Hidup Berdampingan dengan COVID-19Virus Tak Mau Pergi, RI Siapkan Roadmap Hidup Berdampingan dengan COVID-19Menkes Budi membeberkan rencana hidup berdampingan dengan COVID-19 di Indonesia. Bagi yang sudah divaksin, bisa lebih longgar beraktivitas tanpa masker.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 14:05:37