Viral, Ini Alasan Pedagang Buang Sayuran ke Sungai TauCepatTanpaBatas BeritaTerkini .
MALANG - Sebuah video menunjukkan pedagang sayur membuang dagangannya di Pasar Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang viral di media sosial. Dalam video berdurasi 1 menit 2 detik tampak beberapa petani sekaligus pedagang sayuran yang kerap mendistribusikan dagangannya ke sejumlah pasar di Malang raya dan Surabaya, berhenti di tepi sungai dan membuang dagangannya ke dalam sungai.
Penerapan pembatasan sosial berskala besar di Surabaya raya membuat mereka kesulitan memasarkan dagangannya, di sisi lain sayuran yang telah dipanen juga tak bertahan cukup lama. Salah satu petani sawi Desa Bonangan, Kecamatan Pakis, Suminar mengatakan, bahwa harga yang anjlok ini dikarenakan tidak lancarnya distribusi akibat beberapa kebijakan PSBB yang dijalankan di sejumlah daerah. “Biasanya kami kirim ke Surabaya, Gresik, dan beberapa daerah industri lainnya. Tapi sekarang tidak bisa kirim, ya terpaksa kami bagi-bagikan dan di beberapa tetangga juga dikasih buat makan ternak mau gimana lagi mas biaya produksi terlanjur gak nutut,” ujar Suminar, kepada media. Hal ini membuat Bupati Malang Muhammad Sanusi meminta Dinas Sosial Kabupaten Malang untuk membeli dagangan mereka di tengah sulitnya distribusi ke pasar-pasar baik di Surabaya raya maupun Malang. "Sementara yang masuk ke kami ada 100 orang. Kami banderol masing-masing 100 kilogram. Akan kami drop untuk sembako, juga untuk kebutuhan dapur umum di Kepanjen, Kostrad dan di Dinsos sendiri," ujar Sanusi ditemui pada Sabtu sore . Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Makang, Agung Purwanto, menjelaskan alasan para pedagang sayur tersebut membuang sayur karena dagangannya sulit didistribusikan. "Ya karena Pembatasan Sosial Berskala Besar ini akses mereka mendistribusikan sayur terhambat. Beberapa pasar induk seperti Gadang dan Surabaya juga sedikit ngambilnya," terangnya. Pembuangan tersebut juga dilatarbelakangi oleh masa ketahanan sayur yang tak bertahan lama sehingga busuk. "Jadi ini kan sudah jarang ada yang ngambil terus sayurnya juga cepat busuk kan jadi makannya mereka membuang sayur," pungkasnya. Kini selain digunakan sebagai bahan baku dapur umum di Kabupaten Malang, sayuran tersebut juga didistribusikan ke dapur umum di Kota Malang tepatnya di belakang Balaikota Malang. Rencananya sayur-sayuran tersebut akan dijadikan bahan baku untuk bantuan makanan siap makanan yang dimasak di dapur umum.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dyandra batalkan IIMS 2020, dijadwalkan hadir kembali tahun depan - ANTARA NewsPenyelenggara Indonesia International Motor Show (IIMS), PT Dyandra Promosindo menyatakan tidak akan menggelar pameran otomotif tahunan itu pada 2020 karena ...
Baca lebih lajut »
Ini 4 Jenis Senjata Api Polisi Dirampas Massa di Pospol 99 Paniai Papua : Okezone NewsIni 4 Jenis Senjata Api Polisi Dirampas Massa di Pospol 99 Paniai Papua TauCepatTanpaBatas BeritaTerkini BeritaDaerah .
Baca lebih lajut »
Massa Keroyok Polisi di Pospol Paniai Papua, 4 Senjata Api Dirampas : Okezone NewsMassa Keroyok Polisi di Pospol Paniai Papua, 4 Senjata Api Dirampas TauCepatTanpaBatas BeritaTerkini BeritaDaerah .
Baca lebih lajut »
Wanita di Medan Potong Jari Sendiri demi Dapat Klaim Asuransi : Okezone NewsWanita di Medan Potong Jari Sendiri demi Dapat Klaim Asuransi TauCepatTanpaBatas .
Baca lebih lajut »
Viral Wali Kota Sutiaji Rayakan Ulang Tahun, Begini Penjelasan Pemkot Malang : Okezone NewsVideo perayaan ulang tahun ke55 Wali Kota Malang Sutiaji ke55 bersama keluarganya viral di media sosial Twitter - Jatim - Okezone News
Baca lebih lajut »
Vaksin dan Obat Covid-19 adalah Disiplin : Okezone NewsSeluruh jajaran Polda Jatim meminta semua warga disiplin dalam mentaati kebijakan dan imbauan dari Pemerintah - Jatim - Okezone News
Baca lebih lajut »




