Usai Presiden Jokowi Bertemu SBY, PPP Tak Masalah Demokrat Dapat Kursi Menteri

Indonesia Berita Berita

Usai Presiden Jokowi Bertemu SBY, PPP Tak Masalah Demokrat Dapat Kursi Menteri
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 KompasTV
  • ⏱ Reading Time:
  • 61 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 28%
  • Publisher: 63%

PPP tidak mempermasalahkan bila Jokowi memberi jatah menteri ke Demokrat

- Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan Achmad Baidowi mengaku tak mempermasalahkan bila Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan kursi menteri ke kader Partai Demokrat.

Kabar itu berembus setelah Presiden Jokowi bertemu Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin . "Ya kalaupun mau, Demokrat mau, silakan, dan Pak Jokowi butuh gitu," kata pria yang karib disapa Awiek di gedung DPR, Jakarta, Selasa .Menurut Awiek, PPP menghargai Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif melakukan perombakan jajaran pembantunya di kabinet. itu merupakan hak prerogatif dari Presiden Joko Widodo sebagai, saya kira tidak bisa maksa-maksa beliau, dan beliau bisa mengukur kebutuhan di mana untuk bisa merombak kabinetnya.

Menurut dia, biasanya menjelang akhir pemerintahan, jarang terjadikabinet kecuali ada menteri yang terjerat kasus hukum. "Kalau enggak ada yang bermasalah tentu biasanya menjelang setahun tidak ada, kita liat sejarahnya, reshuflle di ujung tahun itu ketika menterinya ada masalah, mulai dari zaman Pak SBY, Pak Jokowi pun begitu ketika menterinya bermasalah, tiga bulan pun di-, kalau tidak ada masalah ya tidak ada Mahfud MD mengaku tidak melihat tanda-tanda perombakan atau"Perasaan saya dan keterlibatan saya di kabinet itu ndak ada sesuatu pun yang terganggu. Sampai saat ini.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

KompasTV /  🏆 22. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Pertemuan Jokowi dan SBY Disebut Buka Peluang Demokrat ke Kabinet, PPP Tidak PersoalkanPertemuan Jokowi dan SBY Disebut Buka Peluang Demokrat ke Kabinet, PPP Tidak PersoalkanKetua DPP PPP, Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan pihaknya tidak masalah jika Partai Demokrat bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dan mendapatkan jatah menteri kabinet.
Baca lebih lajut »

Kencang Isu Demokrat Gabung Pemerintah Usai Jokowi-SBY Bertemu, Syarief Hasan: Di Luar Kabinet, Lebih BaikKencang Isu Demokrat Gabung Pemerintah Usai Jokowi-SBY Bertemu, Syarief Hasan: Di Luar Kabinet, Lebih BaikSBY diketahui baru saja menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor, Senin petang kemarin
Baca lebih lajut »

PPP Nilai Peluang Reshuffle Kabinet Kecil di Tahun Terakhir JokowiPPP Nilai Peluang Reshuffle Kabinet Kecil di Tahun Terakhir JokowiKetua DPP PPP Achmad Baidowi pesimis Presiden Joko Widodo akan melakukan reshuffle kabinet. Karena masa jabatan Jokowi tinggal satu tahun.
Baca lebih lajut »

PKS Sebut Jika Jokowi Tawarkan Kursi Menteri untuk Demokrat, Gambarkan Dukungan Kepada PrabowoPKS Sebut Jika Jokowi Tawarkan Kursi Menteri untuk Demokrat, Gambarkan Dukungan Kepada PrabowoKetua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera merespons isu yang mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menawarkan kursi menteri Kabinet Indonesia Maju kepada Partai Demokrat.
Baca lebih lajut »

Elite Demokrat Sebut Belum Ada Arahan Khusus Pasca SBY-Jokowi BertemuElite Demokrat Sebut Belum Ada Arahan Khusus Pasca SBY-Jokowi BertemuPolitikus Demokrat Santoso mengaku belum ada arahan khusus pascapertemuan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Presiden Jokowi.
Baca lebih lajut »

Ungkap Pertemuan Jokowi dan SBY di Istana Bogor, Demokrat: Tak Ada Hubungannya dengan Isu Reshuffle!Ungkap Pertemuan Jokowi dan SBY di Istana Bogor, Demokrat: Tak Ada Hubungannya dengan Isu Reshuffle!"Tak ada hubungannya antara silaturahmi kebangsaan ini dengan isu reshuffle yang tengah berkembang."
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 21:42:47