BNI Syariah membuat 3 skenario dalam melakukan stress test dari kondisi ringan, sedang hingga berat.
Liputan6.com, Jakarta - PT BNI Syariah telah melakukan stress test atau uji daya tahan di tengah pandemi Virus Corona. Dari hasil stress test, BNI Syariah yakin kuat menghadapi tantangan dan risiko pasar.
"Kita sudah membuat stress test ke BNI Syariah. Kalau kita lihat secara risiko likuiditas, BNI Syariah masih kuat, tak ada masalah. demikian juga dengan risiko pasar," kata Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto, dalam diskusi daring, Jakarta, Kamis .Wahyu mengatakan, pihaknya membuat 3 skenario dalam melakukan stress test dari kondisi ringan, sedang hingga berat. Namun diakui, dari tiga skenario tersebut pembiayaan menjadi sektor yang paling banyak terpengaruh. "Mungkin kita akan kena di risiko pembiayaan. Kita sudah membuat simulasi untuk skenario ringan, sedang dan berat. Sampai saat ini dampaknya masih ringan dan sedang. Perkiraan kami, NPF masih bisa di bawah 4 persen," katanya. Secara tahunan dia memprediksi, laba BNI Syariahtidak akan tercapai seperti yang sudah ditargetkan dalam Rencana Bisnis Bank pada awal tahun sebelum Virus Corona masuk ke Indonesia. Meski demikian, perusahaan optimis masih mendapat untung. "Laba tak bisa mencapai target yang kita canangkan dalam RBB, tapi masih menghasilkan keuntungan yang cukup lah bagi perusahaan tergantung seberapa lama efek Covid-19 ini terjadi," tandasnya.2 dari 2 halamanBNI Syariah Cetak Laba Rp 214 Miliar di Kuartal I 2020Sebelumnya, Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan pada kuartal I-2020 mencatat pertumbuhan labanya mencapai 58,1 persen YoY. “Alhamdulillah di Maret ini Rp 214 miliar atau naik 58,1 persen yoy, memang secara bottom line dampak dari covid-19 belum begitu terasa tapi kami sudah mengantisipasi di kuartal-kuartal berikutnya tentu dampak ini akan terasa baik secara bisnis maupun kualitas aset,” kata Abdullah dalam Konferensi Pers Kinerja BNI Syariah TW1 Tahun 2020, Kamis . Tercatat hingga Maret 2020 terdapat peningkatan aset 16,2 persen menjadi Rp 51,1 triliun dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 44 triliun atau hanya sekitar 14,2 persen.Kemudian laba bersih pada Maret 2020 mencapai Rp 214 miliar, naik 58,1 persen dibandingkan Maret 2019 senilai Rp 135,35 miliar atau hanya 43,3 persen, begitupun dengan sisi modal juga naik menjadi 18,5 persen dari sebelumnya hanya 12,2 persen. Begitupun dengan setoran modal inti per Maret juga naik, semula dari Desember hanya Rp 4,5 triliun menjadi Rp 5 triliun per Maret 2020. “Kita bisa mencapai modal Rp 5 triliun ini karena faktor fundamental kita memiliki kinerja yang cukup baik, mudah-mudahn dampak ini bisa kita minimalis sehingga sampai akhir tahun kita bisa making provit harapan kami seperti itu,” ujarnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BNI Ubah Outlet Konvensional Jadi Outlet DigitalBNI akan terus menambah nasabah.
Baca lebih lajut »
BNI Ubah Gerai Konvensionalnya Memasuki Era |em|New Normal |/em| |Republika OnlineDigitalisasi layanan terdepan yang berhubungan langsung dengan nasabah dimaksimalkan.
Baca lebih lajut »
Ini Strategi BNI Hadapi New NormalCovid-19 memang telah menjadi sebuah peluang dan tantangan baru. Keberadaannya mempercepat era Revolusi Industri 4.0.
Baca lebih lajut »
New Normal, BNI Siap Ubah Outlet Konvensional Jadi DigitalWakil Direktur Utama BNI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pihaknya akan fokus kepada pengembangan teknologi dalam penerapan new normal.
Baca lebih lajut »
New Normal, Ini Cara Baru Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BNIBNI menghadirkan terobosan fitur Mobile Tunai pada aplikasi BNI Mobile Banking di fase new normal yang memudahkan nasabah...
Baca lebih lajut »
BNI Syariah Naik Kelas Jadi Bank BUKU 3Berdasarkan data perbankan per Februari 2020 berhasil naik dan menempati posisi kedua dalam industri perbankan syariah dengan mencatatkan aset Rp51,417 triliun.
Baca lebih lajut »




