IHSG diprediksi kembali pertahankan penguatan di awal pekan ini, Senin, 19 Agustus 2019.
TEMPO.CO, Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan atau Binaartha Sekuritas mengindikasikan masih adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance, pascahari kemerdekaan RI ke-74.Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.198,07 hingga 6.161,66. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.319,44 hingga 6.381,54.Berdasarkan indikator, MACD masih berada di area negatif.
Reliance Sekuritas menyatakan IHSG berhasil kembali diatas moving average 20 hari dan mencoba mengkonfirmasi pergerakan pembalikan arah trend dengan break out bearish trend di kisaran 6.300.Kepala Riset Lanjar Nafi nengatakan indikator Stochastic terkonsolidasi dengan RSI yang melaju mendekati momentum overbought.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PDIP selenggarakan lomba kerakyatan usai upacara peringatan HUT RISejumlah pengurus DPP PDI Perjuangan mengikuti lomba kerakyatan khas peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada setiap tanggal 17 Agustus, yang ...
Baca lebih lajut »
Polisi Amankan Bendera Tauhid pada Konvoi Usai Apel HUT RIDua pelajar di Lombok membawa bendera tauhid saat konvoi di kawasan wisata Senggigi.
Baca lebih lajut »
Polisi Amankan Bendera Tauhid Pelajar Usai Apel HUT ke-74 RIDua pelajar membawa bendera tauhid saat konvoi usai peringatan HUT ke-74 RI di Lombok Barat, NTB. Polisi mengamankan bendera agar tidak ada persepsi negatif.
Baca lebih lajut »
IHSG Diprediksi Menguat, Cermati Enam Saham IniIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan hari ini diprediksi melanjutkan penguatan, cermati saham...
Baca lebih lajut »
Pidato Jokowi Diramal Angkat IHSG di Awal PekanIHSG diramal menguat di awal pekan tertopang penundaan pemberlakuan tarif impor 10 persen yang dilakukan AS terhadap produk China.
Baca lebih lajut »