PopulerB1 Dunia: Usai Dua Penembakan di AS, Trump Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang
Washington, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat , Donald Trump, memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di seluruh gedung pemerintahan, sebagai simbol dukacita atas dua peristiwa penembakan massal di Texas dan Ohio yang menewaskan 29 orang.
Trump mengecam penembakan massal di Texas dan Ohio dengan menyebutnya sebagai peristiwa yang tragis dan buah dari tindakan seorang pengecut. Trump juga menyampaikan duka cita dan mengatakan bahwa dia dan istrinya, Milenia, berdoa bagi keluarga para korban aksi penembakan brutal di dua negara bagian AS itu.
Trump mengatakan, pengibaran bendera setengah tiang di Gedung Putih akan dilakukan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis . Tak hanya Gedung Putih, semua gedung pemerintahan di negara bagian lainnya juga akan mengibarkan bendera setengah tiang. Berselang sehari setelah tragedi El Paso, penembakan massal kembali terjadi di sebuah Bar Oregon di Ohio, yang menewaskan sembilan orang dan melukai 27 orang lainnya, hanya dalam waktu satu menit.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Politikus Salahkan Trump Atas Dua Penembakan dalam 24 JamTrump dinilai sebagai seorang nasionalis kulit putih yang menyebarkan kebencian.
Baca lebih lajut »
Trump: Kebencian tidak Mendapat Tempat di AS
Baca lebih lajut »
Penembakan Bantai 29 Orang Sehari, Trump Jadi Bulan-bulanan KecamanPara bakal calon presiden AS menyalahkan retorika kebencian Trump terhadap minoritas, termasuk imigran, sebagai pemicu serangan...
Baca lebih lajut »
2 Penembakan Massal di Amerika Serikat, Ini Reaksi Donald TrumpTanpa merinci detail, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan berupaya menghentikan penembakan massal yang sering terjadi di negaranya.
Baca lebih lajut »
Trump Sebut Penembakan di El Paso Texas MengerikanPresiden AS Donald Trump berduka terkait penembakan massal di El Paso, Texas, pada Sabtu (3/8/2019). Trump menyebut penembakan massal tersebut 'mengerikan'.
Baca lebih lajut »