Data terakhir dari pukul 21.00 WIB, BPBD Cianjur mencatat korban meninggal dunia dampak dari gempa bumi menjadi 162 jiwa.
"Mohon izin menyampaikan berita buruk, 162 yang meninggal dunia," kata Ridwan Kamil di Pendopo Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin , dilansir Antara.
Selain korban meninggal, terdapat 326 orang luka berat dan ringan."Mayoritas patah tulang dan berhubungan luka karena tertimpa atau kena benda tajam," kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil. "Akibatnya kondisi masih rawan, listrik baru 20% menyala, butuh tiga hari untuk kembali normal. Sinyal seluler juga banyak terkendala. Lalu sekitar 13.400 pengungsi akan kita sebar minimal di 14 titik, Kemudian ada juga jalan yang terisolir," kata Ridwan.
"Alat-alat berat sudah disiapkan untuk besok mengevakuasi desa-desa yang masih tertimbun longsoran," tullis Ridwan Kamil.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
UPDATE Jumlah Korban Gempa Cianjur: 56 Orang Meninggal Dunia, 700 Terluka - Tribunnews.comBupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan sampai pukul 17.25 WIB warganya yang menjadi korban tewas dalam musibah gempa bumi mencapai 56 orang.
Baca lebih lajut »
Bupati: 56 Orang Tewas Akibat Gempa Cianjur, Mayoritas Anak-anakJumlah korban bencana gempa bumi di Cianjur terus bertambah. Update terbaru hingga Senin (21/11) pukul 17.17 WIB, 56 orang tewas, mayoritas merupakan anak-anak. Via detik_jabar
Baca lebih lajut »
Bupati Cianjur: Korban Meninggal 56, 40 Diantaranya Anak-anakJumlah korban akibat gempa 5,6 magnitudo yang mengguncang Cianjur terus bertambang. Bupati Cianjur, Herman Suherman meyampaikan berdasarkan data terbaru, jumlah
Baca lebih lajut »
Ridwan Kamil Pastikan Korban Tewas Gempa Cianjur 162 Orang, Mayoritas Anak-anakGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur mencapai 162 orang dan kebanyakan anak-anak.
Baca lebih lajut »
Forum Anak ASEAN Serukan Ketahanan Digital Anak Lewat Suara Anak ASEANAnak-anak mendorong para orang tua dan wali untuk berkolaborasi dengan guru dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengedukasi anak terkait literasi digital
Baca lebih lajut »