Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaporkan penambahan 1.649 kasus Covid-19, pada Minggu (8/8/2021).
Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, jumlah itu diperoleh dari hasil tes PCR yang dilakukan terhadap 24.001 spesimen."Dengan hasil 1.649 positif dan 14.671 negatif," kata Dwi, melalui keterangan tertulis, Minggu.Dengan penambahan kasus baru tersebut, total kasus Covid-19 di ibu kota menjadi 831.499 kasus.
Dwi mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 808.087 orang dinyatakan sembuh dengan tingkat kesembuhan 97,2 persen.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Update Corona DKI Jakarta: Ada Tambahan 2.008 Kasus Covid-19 Hari IniJumlah 2.008 kasus Covid-19 itu didapat dari hasil tes swab PCR yang dilakukan terhadap 19.722 orang untuk mendiagnosis kasus baru.
Baca lebih lajut »
Kasus Covid-19 di Jakarta Turun, Isolasi Terkendali Tetap Dibuka'Masih. Nggak ada wacana penutupan. Kita belajar dari pengalaman 1,5 tahun pandemi ketika kasus melandai, nanti ada peningkatan. Jadi akan terus dibuka,' kata Sulung Mulia Putra
Baca lebih lajut »
Turun Terus, Hari Ini Ditemukan 1.649 Kasus Covid-19 Baru di JakartaPada Ahad, 8 Agustus 2021 ditemukan 1.649 kasus Covid-19 baru di Jakarta. turun lagi, jika dibandingkan dengan kemarin dengan 2.008 kasus baru.
Baca lebih lajut »
Pesan Wagub Riza untuk Warga Jakarta yang Tolak Vaksinasi Covid-19Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengingatkan warga DKI Jakarta untuk segera melakukan vaksinasi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Wagub Riza: BOR Pasien Covid-19 di Jakarta Turun, Semoga Pertanda BaikPenurunan tersebut sekaligus membantu meringankan kinerja para tenaga kesehatan atau nakes di tengah pandemi Covid-19 di Jakarta.
Baca lebih lajut »
Anies Pastikan Jakarta Tak Pernah Manipulasi Data Covid-19Anies menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak awal pandemi hingga saat ini tidak pernah memanipulasi data. Sebab, ia menyadari kejujuran adalah kunci penanganan pandemi Covid-19. | Megapolitan
Baca lebih lajut »