UOB Kenalkan Metode Risk-First untuk Menghindari Kerugian Berlebih Saat Investasi uob
Salah satunya dengan menggelar literasi bertajuk Preserve and Grow Your Wealth Through Risk-First Approach di Jakarta, Kamis .
Baca Juga:Head of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia Vera Margaret mengatakan masyarakat perlu mengenali risiko terlebih dahulu sebelum memulai investasi. "Masyarakat harus melakukan literasi keuangan. Pahami produk-produk investasi yang ditawarkan. Kadang kita tahu risikonya, tetapi lupa kalau produk punya risiko yang harus dipelajari. Dengan begitu kita bisa menikmati hasil investasi yang kita lakukan," kata Vera.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Siasat UOB Kembangkan Bisnis Wealth Management di Tengah Gejolak GlobalBerikut strategi UOB untuk mengembangkan bisnis Wealth Management di saat ekonomi global yang terus bergejolak.
Baca lebih lajut »
UOB Berikan Literasi Untuk Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Berinvestasi |Republika OnlineInformasi mengenai pasar modal agar terhindar resiko berlebih
Baca lebih lajut »
Media Roundtable Discussion UOB Indonesia: Visi Indonesia 2045, Ekonom Sarankan Jurus IniVisi Indonesia 2045 yang disusun Bappenas membidik target menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar kelima di dunia.
Baca lebih lajut »
UOB sarankan masyarakat kenali risiko terlebih dulu sebelum investasiHead of Deposit & Wealth Management UOB Indonesia Vera Margaret menyatakan masyarakat mengenali risiko terlebih dahulu sebelum memulai investasi. Ada ...
Baca lebih lajut »
UOB Indonesia: Kenali Risiko-risiko Ini Sebelum BerinvestasiUOB Indonesia menyarankan masyarakat sebaiknya mengenali berbagai risiko terlebih dahulu sebelum memulai berinvestasi.
Baca lebih lajut »
Kenalkan Kebudayaan kepada Anak Melalui FilmFilm menjadi media yang tepat untuk mengenalkan kebudayaan ke anak. Untuk itu, pemerintah mendorong produksi film bertema kebudayaan melalui kompetisi terbuka. Dikbud AdadiKompas
Baca lebih lajut »