Kampus Oriel di Universitas Oxford, Inggris, pada Rabu, 17 Juni 2020, mempertimbangkan tuntutan demonstran agar patung Cecil Rhodes yang dibuat pada abad ke-19 diturunkan.
TEMPO.CO, Jakarta - Patung itu telah menjadi sasaran protes anti-rasisme menyusul kematian warga kulit hitam Amerika Serikat keturunan Afrika, George Floyd.Keputusan penurunan patung tersebut nantinya akan diputuskan secara independen. Cecil Rhodes adalah pengusaha asal Inggris yang memiliki bisnis pertambangan, termasuk tambang berlian di Afrika Selatan. Sosoknya dikaitkan dengan perbudakan.“Pertama, ini momen untuk dirayakan.
Di Inggris, kampanye Black Lives Matter telah memicu perdebatan terkait peruntuhan monumen-monumen yang dibuat untuk memperingati sejarah masa penjajahan Inggris di masa lalu.Semasa mudanya, Cecil Rhodes pernah berkuliah di Universitas Oxford, tepatnya di kampus Oriel. Dia yang tidak menikah, lalu menghibahkan hartanya melalui program Beasiswa Rhodes.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Studi Oxford: Dexamethasone Kurangi Kematian Akibat Covid-19 |Republika OnlineDexamethasone menawarkan harapan baru untuk kelangsungan hidup pasien Covid-19
Baca lebih lajut »
Black Lives Matter Memicu Kesadaran Soal Penindasan Australia terhadap Warga AboriginDesakan untuk merobohkan patung dan tugu peringatan tokoh kulit putih di Australia kini semakin menguat BlackLivesMatter
Baca lebih lajut »
2 Patung yang Dikecam Taylor Swift Sebagai Bentuk Dukungan Lawan RasismeDua patung figur ini berada di kampung halaman Taylor Swift di Tennessee, Amerika Serikat.
Baca lebih lajut »
Dexamethasone bisa selamatkan pasien Covid-19, kata ilmuwan InggrisObat Dexamethasone, yang relatif murah dan tersedia luas di dunia, disebut tim Universitas Oxford sebagai terobosan besar untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 yang mengalami gejala berat.
Baca lebih lajut »
Eropa Pesan 400 Juta Vaksin COVID-19 yang Ikut Didanai Bill GatesAstraZeneca dapat pesanan memproduksi 400 juta dosis vaksin COVID-19 hasil riset Universitas Oxford. Perusahaan ini makin lincah usai didanai Bill Gates. COVID19 via detikinet
Baca lebih lajut »