Universitas Indonesia Ciptakan Alat Sortir Telur Otomatis, Bisa Tingkatkan Produktivitas Peternak
PIKIRAN RAKYAT - Usaha mikro, kecil, dan menengah peternakan telur di Indonesia memiliki tantangan dalam optimalisasi dan efisiensi kerja. Para pekerja rata-rata memerlukan waktu 2-3 jam per hari untuk memanen telur, menghitung jumlahnya, dan menimbang total berat telur.
Banyaknya tahapan yang ditangani mengakibatkan berkurangnya produktivitas peternak. Setiap orang hanya mampu menangani 3.000-4.000 ekor. Angka ini jauh di bawah rata-rata produktivitas peternak ayam petelur di negara pesaing, seperti Cina, Amerika, dan India. Alat pencacah telur otomatis itu bekerja dengan cara menyortir telur berdasarkan beratnya menggunakan prinsip magnet. Alat dapat menyortir telur dengan tiga grade berbeda.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bantu Tingkatkan Produktivitas Peternak, FTUI Ciptakan Alat Otomatis Penyortir TelurAlat tersebut dibuat karena sampai saat ini masih banyak peternak yang masih mengandalkan tenaga manusia untuk memilih telur.
Baca lebih lajut »
Bantu UMKM Peternak, FTUI Ciptakan Alat Sortir Telur OtomatisUsaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) peternakan telur di Indonesia memiliki tantangan dalam optimalisasi dan efisiensi kerja.
Baca lebih lajut »
15 Alat Musik Modern yang Populer di IndonesiaDaftar alat musik modern yang populer di Indonesia, seperti biola, bass, drum, piano dan lain-lain.
Baca lebih lajut »
13 Alat Musik Tiup Modern dan TradisionalMacam alat musik tiup modern dan tradisional yang sering digunakan masyarakat Indonesia.
Baca lebih lajut »
CEO Universal Music Kecam Maraknya Musik Kualitas Rendah di Platform |em|Streaming|/em| |Republika OnlineUniversal Music sedang garap inovasi untuk ciptakan ekosistem musik yang lebih sehat.
Baca lebih lajut »
Pupuk Indonesia Niaga Siap Perkuat Bisnis Retail Holding Pupuk Indonesia Grup |Republika OnlinePIG telah siapkan skema bisnis retail dan perdagangan Pupuk Indonesia Niaga
Baca lebih lajut »