Konsumsi makanan pada bulan Ramadan secara umum meningkat, maka limbah makanan pun juga ikut meningkat.
KONSUMSI makanan pada bulan Ramadan secara umum meningkat. Utamanya konsumsi di antara jeda waktu antara takjil dan sahur.
Melihat fenomena ini, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Hening Purwati Parlan berpesan agar kaum muslimin di tingkat individu, keluarga, maupun komunitas tergerak untuk meningkatkan kepedulian.“Mari kita mulai dengan Gerakan Green Ramadan yang didalamnya ada gerakan mengurangi sampah makanan pada saat buka puasa dan sahur,” pesannya dilansir dari laman Muhammadiyah pada Kamis, .
"Limbah yang meningkat itu juga menaikkan potensi penularan penyakit dari bakteri dan virus seperti diare, tifus, disentri, jamur, kolera, dan berbagai macam penyakit kulit. Pada lingkungan, limbah itu pasti mendatangkan bau yang tidak sedap, mendatangkan berbagai penyakit dan mencemari lingkungan," paparnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Ramadan, Muslim Palestina Masih Dilarang Masuk Masjid Al-AqsaSejumlah umat muslim Palestina kesulitan masuk masjid Al-Aqsa karena dilarang otoritas Israel
Baca lebih lajut »
Umat Katolik di Jember Buka Warung Buka Puasa RamadanUmat katolik di Kabupaten Jember Jawa Timur membuka warung kasih ramadan dengan menyediakan menu buka puasa murah meriah.
Baca lebih lajut »
Imam Besar Istiqlal Ingatkan Umat Muslim untuk tidak Tertawa Terbahak-Bahak Saat Puasa'Puasakan juga mulut kita untuk tidak bicara hal negatif orang lain, berbohong, dan tertawa terbahak-bahak karena itu semua mengurangi pahala bahkan menggerogoti pahala puasa.'
Baca lebih lajut »
Negara Dengan Umat Muslim Terbanyak Dunia, RI Nomor Berapa?10 Negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia. Indonesia ternyata duduki posisi pertama.
Baca lebih lajut »
Aktivis Hindu di India Larang Umat Muslim Baca Al-Quran di KuilPembacaan Al-Quran selama festival di kuil Chenbakeshava Karnataka, di kota Beluru di distrik Hassan ditentang oleh aktivis Hindu.
Baca lebih lajut »