Pasukan Rusia diyakini hendak meluncurkan serangan besar jelang peringatan setahun invasi pada 24 Februari mendatang.
Senada dengan laporan otoritas Ukraina, lembaga wadah pemikir Institute for the Study of War menyebut bahwa konsentrasi kekuatan militer ini kemungkinan berarti Rusia mempersiapkan serangan. Serangan besar bisa saja diluncurkan bertepatan dengan tanggal invasi, 24 Februari.
"Tindakan yang paling mungkin terjadi adalah serangan dalam waktu dekat, dalam kurun beberapa bulan," demikian bunyi laporan Institute for the Study of War. Di lain sisi, Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan bahwa Rusia juga mengonsentrasikan pasukan di Donetsk, khususnya demi merebut kota Bakhmut yang strategis.
Donetsk dan Luhansk adalah dua provinsi yang membentuk kawasan Donbass yang berbatasan dengan Rusia. Pada awal invasi, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa pihaknya hendak merebut dua provinsi itu, tempat pasukan separatis pro-Rusia sudah mengobarkan perang sejak 2014.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Foto : Potret Mural Setop Perang Hiasi Bekas Gempuran Rusia di Ukraina | merdeka.comPotret Mural Setop Perang Hiasi Bekas Gempuran Rusia di Ukraina. Seorang seniman urban asal Italia yang dikenal sebagai Tvboy menggambar serangkaian mural yang berisi pesan harapan dan kebebasan. Mural-mural itu menghiasi bekas gempuran Rusia di sejumlah kota Ukraina.,Dibalik Mural,Karya Seni,Kesenian,Perang Rusia Ukraina,Rusia Serang Ukraina,Rusia dan Ukraina,Rusia Ukraina Perang,Ukraina,Viral Hari Ini,Jakarta
Baca lebih lajut »
Geger! Rusia Disebut Tembaki Pasukan Sendiri di UkrainaRusia dilaporkan menembaki pasukannya sendiri di Ukraina. Ini terkait kelompok paramiliter bayaran pro-Rusia, Wagner Group.
Baca lebih lajut »
Presiden Kroasia Tak Setuju Barat Kirim Bantuan ke Ukraina: Ini Gila - Pikiran-Rakyat.comPresiden Kroasia Tak Setuju Barat Kirim Bantuan ke Ukraina: Ini Gila: Menurutnya, pengiriman bantuan militer ke Ukraina hanya akan memperpanjang konflik panas antara Rusia-Ukraina.
Baca lebih lajut »
Human Rights Watch: Pasukan Ukraina Mungkin Gunakan Ranjau TerlarangPara peneliti HAM mengatakan mereka telah mendokumentasikan “banyak kasus” di mana pasukan Ukraina menembakkan ranjau antipersonel terlarang ke posisi-posisi militer Rusia dalam pertempuran sengit untuk merebut kota Izium, Ukraina Timur, tahun lalu. Laporan itu, yang dirilis pada Selasa (31/1)...
Baca lebih lajut »