Astra Financial membukukan pertumbuhan total aset 5,18% year to date (ytd), dari Rp 135 triliun di akhir tahun lalu menjadi Rp 142 triliun pada kuartal I 2022.
Jakarta, Beritasatu.com - Astra Financial membukukan pertumbuhan total aset sebesar 5,18% year to date , dari Rp 135 triliun di akhir tahun lalu menjadi Rp 142 triliun pada kuartal I-2022. Secara umum, semua lini bisnis grup telah mulai pulih meski belum kembali seperti sebelum pandemi Covid-19.
"Di tahun 2022, sekarang jumlah aset Astra Financial bertumbuh menjadi Rp 142 triliun, naik dibanding tahun 2021 sebesar Rp 135 triliun. Dulu ada bank, sekarang tidak ada, jadi ini hanya aset dari perusahaan pembiayaan, perusahaan asuransi," ujar Director in Charge Astra Financial Suparno Djasmin di acara Astra Financial: Silaturahmi Pimpinan Media, Rabu .
"Pencapaian ini tentu didukung dari performa bisnis dari perusahaan pembiayaan mobil seperti ACC dan Toyota Astra Finance, kemudian perusahaan motor baru, bekas, dan syariah yaitu FIF Group. Sedangkan di asuransi, ada Asuransi Astra. Kemudian perusahaan pembiayaan alat berat Surya Artha Nusantara Finance dan perusahaan pembiayaan alat berat Komatsu Astra Finance," beber pria yang akrab disapa Abong itu.
Acara Astra Financial: Silaturahmi Pimpinan Media di Jakarta, Rabu . Dia mengakui, setiap lini bisnis grup ikut terdampak pandemi Covid-19. Namun demikian, kondisi saat ini telah menunjukkan pemulihan meski memang belum kembali seperti kedudukan sebelum pandemi terjadi. Menurut Abong, tren positif tersebut didukung insentif PPnBM dari pemerintah yang secara langsung berdampak bagi perbaikan kinerja bisnis pembiayaan, asuransi, dan bisnis lainnya.
Selain itu, perusahaan pembiayaan di Astra Financial ikut serta dalam restrukturisasi pembiayaan kepada lebih dari 1 juta akun dengan nilai Rp 31 triliun. Langkah itu menjadi komitmen grup mendukung program pemerintah dan khususnya Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka menjaga keberlangsungan masyarakat dalam situasi krisis."Syukur alhamdulillah dalam penanganan tahun 2020 dan 2021, akun restrukturisasi relatif turun hanya menyisakan sekitar Rp 5 triliun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Omzet PKL Dulu Rp 60 Ribu/Hari, Mangkal di Kolong Proyek LRT Jadi Rp 500 RibuAdanya pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek), ternyata menjadi berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang di sekitar.
Baca lebih lajut »
Harga Gula Tingkat Petani Rp 11.500/Kg, di Konsumen Rp 13.500/KgHarga gula di tingkap petani ditetapkan sebesar Rp 11.500/kg. Sedangkan di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp 13.500/kg.
Baca lebih lajut »
Mahfud Md: Total Perolehan Satgas BLBI Capai Rp 22 Triliun - Nasional Tempo.coMahfud Md menyebut total perolehan Satgas BLBI hingga hari ini, Rabu, 22 Juni 2022, adalah aset seluas 22,3 juta meter persegi dengan nilai Rp 22,6 triliun. TempoNasional
Baca lebih lajut »
Heboh Pelanggan Diminta Denda Rp 68 Juta, PLN Minta Lakukan PertemuanPihak PLN koorperatif atas pengajuan keberatan tersebut sehingga akan dilakukan pertemuan dengan pelanggan.
Baca lebih lajut »