Di tengah protes jalanan berkelanjutan, Presiden Amerika Donald Trump hari Selasa (16/6) menandatangani perintah eksekutif yang mengurai sejumlah reformasi kepolisian. 'Mengurangi kejahatan dan meni
Perintah itu akan mendorong “kepolisian nasional menerapkan standard profesional tertinggi untuk melayani komunitas mereka. Standar-standar ini setinggi dan sekuat yang ada di Bumi,” ujar presiden.
Langkah itu juga meminta lembaga sertifikasi melatih petugas tentang teknik meredam ketegangan dan penggunaan standar kekuatan. Trump tidak membahas kaitan rasisme yang sistemik dengan kebrutalan polisi, isu yang dikutip demonstran di seluruh negeri.Pejabat pemerintah Trump menolak penilaian bahwa penegak hukum Amerika rasis secara endemis.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Trump akan Teken Perintah Eksekutif soal Reformasi KepolisianTrump juga mengatakan penembakan oleh polisi terhadap seorang pria kulit hitam di Atlanta adalah situasi yang mengerikan dan sangat mengkhawatirkan.
Baca lebih lajut »
Trump akan Teken Perintah Eksekutif Terkait Reformasi di KepolisianPresiden AS Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif hari Selasa (16/6) mengenai sejumlah reformasi kepolisian, yang oleh seorang pejabat senior disebut bertujuan untuk “lebih banyak menggu
Baca lebih lajut »
Keranjingan Nonton Bola, Presiden Donald Trump Tak Peduli Hal IniPresiden Donald Trump kian keranjingan nonton bola baik sepak bola gaya Amerika (football) maupun sepak bola gaya Eropa (soccer).
Baca lebih lajut »
Trump Ulang Tahun ke-74, Netizen Malah Ucapkan Selamat ke ObamaPada Minggu (14/6/2020), Trump berulang tahun k-74.
Baca lebih lajut »
Mahahtir Sebut Bencana jika Trump Menang Pilpres AS LagiMantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menganggap bencana jika Donald Trump terpilih kembali dalam pilpres AS.
Baca lebih lajut »
Hadiri Kampanye Trump, Pendukung Diminta Tak Menuntut Jika Tertular Covid-19Para pendukung yang akan menghadiri kampanye Donald Trump, diminta tidak menuntut pertanggungjawaban jika kemudian terinfeksi Covid-19.
Baca lebih lajut »