Trump minta perlambat tes Covid-19 untuk hindari statistik wabah yang terlihat buruk
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pengujian infeksi virus corona jenis baru telah dilakukan kepada 25 juta orang. Jumlah ini menurutnya jauh lebih besar dibandingkan banyak negara lainnya. Baca Juga Berbicara selama kampanye perdana pada Sabtu , Trump mengatakan pengujian yang semakin luas menandakan lebih banyak jumlah kasus Covid-19 dikonfirmasi.
Dalam kampanye perdana Trump untuk pemilihan presiden AS 2020, yang sekaligus merupakan periode keduanya, kritik telah bermunculan karena acara ini dianggap sangat berpotensi meningkatkan kasus Covid-19. Bahkan, calon kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden mengatakan bahwa pria berusia 74 tahun itu telah menempatkan politik di atas keselamatan dan kesehatan warga Amerika.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Trump Minta Tes Covid-19 di AS DiperlambatPresiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak agar tim penanganan Covid-19 untuk memperlambat pengujian mencari warga yang tertular virus corona.
Baca lebih lajut »
Kasus Covid-19 di Sumsel Naik 700 Orang dalam 19 Hari |Republika OnlineSumsel mencatat total kasus Covid-19 mencapai 1.721 orang.
Baca lebih lajut »
Ikappi: 19 Pasar Tradisional di DKI Ditemukan Kasus Covid-19Ikappi mencatat hingga hari ini sebanyak 19 pasar tradisional di DKI Jakarta ditemukan kasus positif Covid-19.
Baca lebih lajut »
DPRD Minta DKI Tutup Mal Jika Ditemukan Kasus Covid-19Pemerintah DKI diminta membuat perjanjian dengan pengelola mal jika terdapat pengunjung atau karyawan yang positif Covid-19.
Baca lebih lajut »
Risma Minta Lurah Turun Langsung ke Lapangan Pantau Covid-19 |Republika OnlineRisma berharap Lurah se-Surabaya bisa memutus penyebaran Covid-19.
Baca lebih lajut »
Gus Kikin Minta Pemakaman Jenazah Covid-19 Sesuai Agama yang Dianut PasienPengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang meminta proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah yang diduga terkonfirmasi COVID-19 sesuai dengan agama yang dianut masing-masing pasien. jenazahcorona
Baca lebih lajut »