Mata Topan Hagibis selebar 55 mil (88,5 km), dan citra satelit menunjukkan seluruh badai saat ini lebih besar dari seluruh Jepang.
TEMPO.CO, Jakarta - Angin Topan Hagibis, yang berarti kecepatan dalam bahasa Tagalog, Filipina, diperkirakan bakal tiba di Pulau Honshu, Jepang, pada Sabtu ini. Hal ini terjadi setelah sekitar sebulan sebelumnya sebuah topan besar melanda Jepang dan menghancurkan sekitar 30 ribu rumah dan kerusakan jaringan listrik.
Meskipun Badan Meteorologi telah mengklasifikasikan badai sebagai 'violent' - kategorisasi kekuatan tertinggi - operator kereta api sejauh ini hanya memperingatkan bahwa mungkin ada pembatalan.Namun, dengan badai sebesar ini, atau badai besar apa pun, keselamatan adalah yang terpenting, otoritas Jepang tampaknya percaya diri dengan persiapan perencanaan mereka.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Topan Hagibis Bakal Landa Jepang pada SabtuTopan Hagibis diperkirakan bakal menyebabkan hujan paling deras selama 60 tahun terakhir di Jepang.
Baca lebih lajut »
Kualifikasi GP Jepang diundur Minggu di tengah ancaman Topan HagibisPenyelenggara Grand Prix Jepang memutuskan pada Jumat pagi jika sesi kualifikasi yang sedianya digelar Sabtu diundur hingga Minggu pagi karena Sirkuit Suzuka ...
Baca lebih lajut »
GP Jepang Terancam Diusik Topan HagibisTOPAN Hagibis dikhawatirkan bisa membatalkan penyelenggaraan GP Jepang
Baca lebih lajut »
Topan Hagibis Diperkirakan Terjang Jepang Akhir Pekan IniBadan Meteorologi Jepang memperkirakan Topan Hagibis yang dianggap terbesar dalam satu dekade akan menerjang pada akhir pekan ini.
Baca lebih lajut »
Topan Hagibis Ancam Jepang, Kualifiaksi Formula 1 Digeser ke AhadPenyelenggara balapan Formula 1 Grand Prix Jepang memutuskan bahwa sesi kualifikasi yang sedianya digelar Sabtu diundur hingga Ahad pagi.
Baca lebih lajut »