Berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Jumat 17 Juni 2022.
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan bahwa akan menyelesaikan masalah pangan secepatnya terutama masalah kenaikan harga komoditas.
Ia mengaku selama ini tak pernah membeli cabai karena memilih untuk menanam sendiri. Artikel mengenai Mendag yang tak pernah membeli cabai ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. "Cabai bagaimana? Itu kan cabai penyakitnya tiap tahun begitu. Tiap tahun ," kata Mendag Zulkifli kepada wartawan di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, Kamis .
Dalam sambutannya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kereta api menjadi tulang punggung daripada transportasi publik dan dalam pembangunan peningkatan ekonomi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Profil Zulkifli Hasan, Ketum PAN yang Diisukan Gantikan Mendag M Lutfi - Pikiran-Rakyat.comDi tengah isu reshuffle, Zulkifli Hasan diisukan akan menduduki kursi Menteri Perdagangan menggantikan M Lutfi.
Baca lebih lajut »
Profil Zulkifli Hasan: Dulu Menhut dan Ketua MPR, Bakal Jadi MendagProfil Zulkifli Hasan diketahui sebagai Ketua Umum PAN. Sosoknya akan dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag) dalam agenda reshuffle kabinet Jokowi.
Baca lebih lajut »
Zulkifli Hasan Jadi Mendag, PAN: Sesuai Kapabilitas dan Pengalaman BeliauPresiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan (Mendag), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15.6.2022). Presiden Joko Widodo (Jokowi)...
Baca lebih lajut »
Yakin Zulkifli Hasan Tepat Jadi Mendag, PAN: Latar Belakang sebagai PengusahaSekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno yakin Zulkifli Hasan merupakan sosok yang tepat menduduki kursi Menteri Perdagangan menggantikan M. Lutfi. TempoNasional
Baca lebih lajut »
Harapan untuk Mendag Zulkifli Hasan, Ikappi: Banjiri Pasokan Minyak Goreng |Republika OnlinePergantian menteri dinilai tidak menjadi jaminan selesainya masalah minyak goreng.
Baca lebih lajut »