Tolak Proporsional Tertutup, Fahri Hamzah: Aurat Demokrasi Harus Dijaga FahriHamzah
jpnn.com, JAKARTA - Perdebatan mengenai sistem pemilihan umum masih menuai pro-kontra di masyarakat. Ada plus dan minus dari masing-masing sistem, baik proporsional tertutup maupun terbuka.
“Sistem demokrasi langsung memilih orang itu sudah benar. Itu auratnya demokrasi. Aurat itu harus dijaga, jangan malah yang tidak penting ditutup,” ujar Fahri.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pakar Tolak MK Tentukan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka atau TertutupPakar Pemilu Aditya Perdana menilai tidak tepat jika Mahkamah Konstitusi (MK) menentukan sistem pemilu proporsional terbuka atau tertutup.
Baca lebih lajut »
Article headlineGELORA.CO -Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah turut buka suara soal kontroversi ceramah Cak Nun yang menyebut Jokowi Firaun. Fahri mempert...
Baca lebih lajut »
Pusdek UIN Mataram menyarankan proporsional terbuka dipertahankanPusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (Pusdek) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyarankan agar sistem pemilu ...
Baca lebih lajut »
Perludem Daftarkan Diri ke MK Jadi Pihak Terkait tentang Sistem Pemilu Proporsional Terbuka'Perludem sedang menunggu Mahkamah untuk menerima dan menetapkan Perludem sebagai pihak terkait dalam uji materil,' katanya.
Baca lebih lajut »
Pakar Hukum: Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Untungkan Pimpinan Parpol dan Rugikan RakyatSistem pemilu proporsional tertutup hanya akan menguntungkan pimpinan partai politik.
Baca lebih lajut »
MK Diminta Tetap Pertahankan Sistem Pemilu Proporsional Terbuka | merdeka.comMenurut Abdul, sistem proporsional terbuka yang sudah diberlakukan sejak pemilu 2004, terbukti telah cukup memadai dalam mengurangi jurang pemisah antara aspirasi masyarakat dengan para wakilnya di DPR.
Baca lebih lajut »