Dalam menyambut new normal, pemerintah melibatkan personel TNI-Polri. Namun, Kontras melihat langkah itu membuat situasi terkesan darurat.
KOMISI untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan menilai pelibatan personel gabungan TNI-Polri dalam mengawal new normal merupakan hal yang tidak proporsional. Pasalnya, rencana penempatan TNI-Polri di titik keramaian, seperti pusat perbelanjaan, pasar, dan tempat wisata, berpotensi mengesankan situasi darurat keamanan, bukan darurat kesehatan.
"Keputusan melibatkan TNI-Polri menjadi penegasan direalisasikannya wacana darurat sipil, yang sebelumnya ditolak masyarakat sipil. Pengerahan TNI dan Polri ini membentuk situasi tidak normal, bukan pengkondisian kenormalan baru," ujar Deputi Koordinator Kontras, Feri Kusuma, dalam keterangan pers, Minggu .Pelibatan TNI-Polri dinilai sebagai jalan pintas untuk memaksakan keinginan pemerintah dalam memulihkan ekonomi. Berikut, menertibkan masyarakat melalui pendekatan keamanan, tanpa memenuhi syarat kenormalan yang baru. "Dalam menangani masalah ini, pemerintah, termasuk TNI dan Polri, harus tunduk pada otoritas kesehatan. Pemerintah harus memprioritaskan masalah kesehatan, agar krisis sosial ekonomi yang lebih buruk dapat dihindarkan," pungkas Feri. Pihaknya pun mendesak pemerintah untuk menghentikan pendekatan segala bentuk politik-keamanan baru di luar kerangka. Sebab, hal itu justru dapat menganggu prioritas dalam penanganan masalah akibat pandemi covid-19."Termasuk, menghentikan pengerahan TNI-Polri yang tidak proporsional, pendekatan keamanan sebagai prioritas dan tidak menggunakan pendekatan militeristik dalam penanganan covid-19," tegasnya. Feri juga meminta otoritas sipil berperan penuh dalam penanganan covid-19. Pemerintah harus memperkuat otoritas kesehatan dan fasilitas kesehatan, serta mengedepankan pertimbangan dari ahli dan epidemiolog, untuk memperbaiki penanganan pandemi.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jelang New Normal, TNI-Polri Fokus Jaga di Sektor IniMenurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, nantinya akan didirikan pos gabungan di sektor-sektor tersebut untuk mengawasi protokol kesehatan.
Baca lebih lajut »
Pendisiplinan Protokol Kesehatan Normal Baru, Ini Cara Bertindak TNI-PolriKodam Jaya dan Polda Metro Jaya, telah menggelar rapat koordinasi terkait rencana penerapan 'new normal' atau kenormalan baru di masa pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Polri dan TNI Petakan Pengamanan di Ibu Kota Menjelang New NormalPolri dan TNI memetakan titik pengamanan menjelang pelaksanaan protokol kesehatan menuju kondisi new normal di Jakarta dan sekitarnya.
Baca lebih lajut »
21.000 aparat kawal penerapan 'new normal' di JabarGubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan sebanyak 21 ribu aparat, terdiri dari 17 ribu personel kepolisian dan 4 ribu personel TNI ...
Baca lebih lajut »
Bedah Dasar Hukum Keterlibatan TNI-Polri dalam Darurat CoronaMenilik dasar hukum keterlibatan TNI dan Polri dalam darurat penanganan virus corona di Indonesia beserta penerapan sanksi di lapangan.
Baca lebih lajut »
Tiga Matra TNI Diterjunkan Kawal Fase New NormalTNI tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan. TNI bakal mengedepankan upaya persuasif dan edukatif dalam kegiatan itu.
Baca lebih lajut »




