Masa bakti Kabinet Kerja jilid I berakhir pada Oktober.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengucap pamit saat memberi sambutan dalam pelantikan pejabat di lingkungan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu di Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis . Ia juga menuturkan permohonan maaf atas sikap, pernyataan, dan kebijakan saat menjabat sebagai Mendagri.
Ia mengatakan, yang bisa menilai kinerjanya sebagai menteri selain Presiden Joko Widodo juga penilaian dari Megawati Soekarno Putri selaku Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan . Sebab, tak hanya menjadi pembantu presiden, Tjahjo juga merupakan anggota PDIP yang tengah melaksanakan tugas dari partainya menduduki posisi menteri.
Ia juga siap ditugaskan di mana pun baik di pemerintahan maupun di luar pemerintahan bahkan tidak ditugaskan. Tjahjo akan tetap loyal terhadap hak prerogratif presiden menentukan jajaran menteri di kabinet jilid II.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Soal Wagub DKI, Tjahjo Sebut Mendagri Tak Perlu Turun Tangan'Tapi kan kewenangan pemilihan wagub pada partai pengusung,' ujar Tjahjo.
Baca lebih lajut »
Tjahjo Kumolo Siap Ditugaskan ke Mana Pun oleh Jokowi'Saya kan nurut instruksi. Apa kata Bu Mega, 'Tjahjo cukup,' ya siap cukup. Pak Jokowi mengatakan 'cukup', ya siap, cukup. Mau ditugaskan ke mana? Ya siap,' ucap Mendagri Tjahjo Kumolo. KabinetJokowi
Baca lebih lajut »
Tjahjo Kumolo: Mohon Maaf, Ini Pamitan Saya Resmi...Tjahjo mengatakan, dirinya memegang prinsip TNI dalam menjalani hidupnya, yakni taat nurut instruksi.
Baca lebih lajut »
Tjahjo Persilakan Anies Upacara 17 Agustus di Pulau ReklamasiMendagri Tjahjo Kumolo mempersilakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar upacara HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pulau Reklamasi.
Baca lebih lajut »
Soal Wagub DKI, Tjahjo Sebut Lobi Anies ke Parpol Jadi KunciMendagri Tjahjo Kumolo mengatakan lobi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke PKS dan Gerindra menjadi kunci dalam pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Baca lebih lajut »
GBHN Dihidupkan Lagi, Tjahjo: Presiden Tetap Dipilih RakyatPenghidupan kembali GBHN dilakukan dengan mengamandeman UUD 1945 secara terbatas.
Baca lebih lajut »