Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jatim 28,5 Persen
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Tingkat kesembuhan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Timur mencapai 28,55 persen atau yang tertinggi dalan dua bulan terakhir masa pandemik di wilayah setempat. "Alhamdulillah, kami ucapkan rasa syukur yang luar biasa pada Allah SWT atas terus bertambahnya pasien COVID-19 di Jatim yang telah dinyatakan sembuh," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Jumat malam.
"Semoga yang sembuh semakin banyak dan yang meninggal dunia semakin menurun, bahkan harapannya nol kasus," ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut. Dari tambahan jumlah pasien COVID-19 yang sembuh hari ini, terbanyak disumbang dari Kota Surabaya, yakni 190 orang. Donor plasma dari pasien sembuh, lanjut dia, akan bermanfaat untuk terapi plasma convalesens yang hingga kini terbukti efektif membantu penyembuhan pasien dengan kondisi berat dan sangat berat.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Covid-19 Jatim: Pasien Sembuh Bertambah 252, Positif 243 |Republika OnlineTingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Jatim mencapai 29,35 persen.
Baca lebih lajut »
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Depok Capai 55 PersenDalam tiga hari belakangan, tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Depok mencapai 55 persen.
Baca lebih lajut »
Setengah Permasalahan Covid-19 Jatim Ada di Surabaya |Republika OnlinePenambahan pasien positif Covid-19 di Jatim per minggunya mencapai 1.116 orang
Baca lebih lajut »
Pasien Positif Covid-19 Jatim Bertambah 304 Orang |Republika OnlineKota Surabaya menjadi penyumbang terbanyak dengan 188 pasien Covid-19 di Jatim.
Baca lebih lajut »
Pasien Positif Covid-19 Jatim Tembus 7.000 Orang |Republika OnlineHari ini ada penambahan 265 pasien positif Covid-19 di wilayah Jatim.
Baca lebih lajut »
Wagub Riau: Alhamdulillah, Tidak Ada Tenaga Medis Meninggal karena Covid-19Riau mendapat ranking satu soal kesembuhan pasien Covid-19.
Baca lebih lajut »