Sebanyak 15 juta data nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) diduga telah dicuri oleh kelompok peretas LockBit, menyusul adanya gangguan yang terjadi sejak 8 Mei 2023 lalu.
Kepala Eksekutif Perbankan OJK Dian Ediana Rae menerangkan, pihaknya bersama Bank Indonesia telah menjalin komunikasi dengan pihak BSI. Termasuk berbagai upaya memulihkan sistem dan menjamin data dan dana nasabah tetap aman.
Dia menerangkan, sudah meminta BSI untuk memastikan layanan kepada nasabah bisa tetap berjalan. Kemudian, meminta adanya percepatan pemulihan layanan dengan menyelesaikan sumber gangguan yang ada.Dia menuturkan, sebagai pedoman penggunaan TI di perbankan, OJK sudah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/SEOJK.
"Manajemen BSI melaporkan bahwa telah menindaklanjuti arahan OJK termasuk menyampaikan pemberitahuan kepada nasabah, memastikan keamanan dana nasabah serta memulihkan layanan di kantor cabang, ATM, mobile banking dan delivery channel lainnya secara bertahap. Selanjutnya, BSI telah meminta agar masyarakat tetap tenang," ujar dia.
Adalah pakar keamanan siber sekaligus Pendiri Ethical Hacker Indonesia Teguh Aprianto yang mengungkap kabar BSI diserang ransomware ini melalui akun Twitternya @secgroun, Sabtu . 4 dari 4 halamanKantongi Data RekeningTeguh menjabarkan, adapun data yang bocor termasuk di antaranya data karyawan, dokumen keuangan, dokumen legal, NDA, dan lain-lain.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bikin Geger, Tim IT OJK & BI 'Turun Gunung' Atasi Eror BSIOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui adanya gangguan layanan pada delivery channel PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau Bank BSI (BRIS).
Baca lebih lajut »
Layanan BSI (BRIS) Error 4 Hari, Tim IT OJK dan BI Turun TanganTim IT dari OJK dan Bank Indonesia (BI) turun tangan untuk mengatasi aplikasi BSI (BRIS) yang error atau gangguan selama 4 hari.
Baca lebih lajut »
Benarkah Gangguan Karena Serangan Ransomware? Begini Kata BSIDirektur Utama BSI Hery Gunardi memberikan pernyataan mengenai gangguan layanan BSI.
Baca lebih lajut »
Nasabah BSI: Parah, Kantor Cabang BSI Offline, Buat Kecewa, Repot dan Tidak Percaya LagiGangguan layanan BSI berlangsung berhari-hari. Berikut Tempo tampilkan rentetan fakta dan keluhan nasabah akibat gangguan layanan bank syariah itu.
Baca lebih lajut »
Gangguan Sistem BSI, Analis Digital Forensik sarankan BSI Perbarui Media Penyimpanan DataJika gangguan layanan BSI diakibatkan oleh kerusakan media penyimpanan data maka harus diganti sebagai upaya mengantisipasi terulangnya gangguan layanan bank.
Baca lebih lajut »
Layanan Bermasalah Sejak 8 Mei 2023, BSI Tetap Buka 434 Cabang BSI di Akhir PekanBSI membuka kegiatan operasional di luar hari kerja atau pada hari libur agar nasabah dapat mendapatkan layanan yang dibutuhkannya. Ada sejumlah layanan yang siap dilakukan oleh kantor-kantor cabang BSI selama akhir pekan ini.
Baca lebih lajut »