Covid-19 tak halangi tim asal China mendaki Everest untuk pastikan perbedaan ukuran tinggi
Sekelompok pendaki dari China telah mencapai puncak Gunung Everest, satu-satunya kelompok yang mendaki gunung tertinggi di dunia tersebut di tengah pandemi virus corona. Media China melaporkan tim China ini melakukan pengukuran ulang ketinggian Everest, yang berada di perbatasan China dengan Nepal.
Sampai sekarang, tinggi Everest menurut China empat meter lebih rendah dari versi Nepal. Hal itu mungkin dipengaruhi oleh gempa bumi besar tahun 2015 lalu. Tahun ini, China dan Nepal sama-sama melarang pendaki asing menaiki Everest karena pembatasan perjalanan akibat virus corona. China hanya mengijinkan warganya untuk mendaki pada musim semi ini, sementara Nepal telah membatalkan semua ekspedisi. Tim asal China tersebut memulai pendakiannya pada April, meski demikian upayanya untuk mencapai puncak sempat terhambat oleh cuaca buruk. Tayangan langsung oleh Televisi Sentral China menunjukkan tim survei berupaya mencapai puncak di tengah angin. "Setelah mencapai puncak, tim mulai mendirikan penanda survei di puncak Everest yang tertutup salju, yang luasnya kurang dari 20 meter persegi," kata kantor berita Xinhua.Pemandu tim baru berhasil menancapkan tali-temali menuju puncak pada Selasa , sehingga tim bisa naik, kata Xinhua. "Dua surveyor profesional telah ditarik dari tim yang mencapai puncak lantaran ketidakpastian soal cuaca dan pasokan beberapa hal, seperti oksigen, yang kurang," kata Xinhua."Pada musim semi 1960, hanya pendaki asal China yang sukses mencapai puncak. Pendaki dari India juga mencoba namun gagal," kata Richard Salisbury dari Himalayan Database, sebuah organisasi yang mencatat semua ekspedisi di Himalaya. "Ada beberapa pendakian untuk mengintai, riset, dan latihan dari China dari 1958 sampai 1967 ketika tidak ada pendaki lain di gunung Everest, namun mereka tidak sampai puncak." Kesuksesan tim survey dari China mencapai puncak Everest diraih saat China merayakan 60 tahun kesuksesan pendakian puncak Everest pertamanya. Operator ekspedisi dari Barat mengatakan kewajiban karantina bagi pendaki asing dan pemberhentian sementara penerbangan ke Tibet karenaKetinggian Everest versi China adalah 8.844,43 meter setelah gunung itu diukur pada 2005. Namun ketinggian Everest versi Nepal adalah 8.848 meter, yang dihitung oleh Survey of India selama masa penjajahan Inggris. Ketinggian ini mencakup puncak salju. Dampak gempa bumi besar 2015 terhadap Gunung Everest belum diketahui. Beberapa pakar geologi yakin bahwa gempa itu menyusutkan puncak salju Everest. Beberapa ahli gunung melaporkan Hilary Step, bagian berliku sebelum puncak, tidak lagi ada, mungkin karena gempa bumi. Otoritas Nepal membantah pengamatan tersebut. Pada 2017, pemerintah Nepal mengukur sendiri ketinggian Everest. Mereka hampir menyelesaikan pemrosesan data yang diperoleh melalui teknik-teknik modern dan tradisional.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Diancam AS Soal UU Keamanan di Hong Kong, Ini Respon ChinaKementerian Luar Negeri China mengatakan, Beijing akan mengambil segala tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya....
Baca lebih lajut »
TKA China Ngambek Akhirnya Diamankan Setelah Rusak Fasilitas Bandara BanyuwangiTKA China yang ngambek dan bertahan di Bandara Banyuwangi akhirnya diamankan polisi. TKA itu diamankan setelah melakukan perusakan satu set komputer
Baca lebih lajut »
China Hanya Catatkan Tambahan Satu Kasus Covid-19 Kemarin |Republika OnlineChina melaporkan hanya satu kasus baru Covid-19 terkonfirmasi pada 26 Mei
Baca lebih lajut »
Tegangnya Laut China Selatan, Dua Bomber AS lalu Kapal Induk China....Dua pesawat pembom B-1B Lancer AS telah patroli di atas Laut China Selatan. Kini giliran kapal induk China yang akan latihan...
Baca lebih lajut »
Uji Coba Sukses! Vaksin Corona China Hasilkan Antibodi COVID-19 dalam 14 HariPeneliti di China menyatakan menemukan satu kandidat vaksin yang mampu memicu kekebalan pada COVID-19 dalam 14 hari dan membantu memerangi infeksi Corona. China via detikHealth
Baca lebih lajut »
Ini Jenis Vaksin Corona Buatan China yang Berhasil Ciptakan Antibodi COVID-19Ada salah satu kandidat vaksin potensial yang dianggap mampu menangkal Corona, yakni vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan asal China. Apa jenisnya? Coronavirus via detikHealth
Baca lebih lajut »
