Beyond the Breaking News

Tiga Mesin Pertumbuhan Baru RI Siap Menyala

Tiga Mesin Pertumbuhan Berita

Tiga Mesin Pertumbuhan Baru RI Siap Menyala
Pertumbuhan EkonomiCEO InsightHilirisasi

Ikhtiar untuk mempercepat laju pertumbuhan ekonomi terus ditempuh. Hilirisasi, digitalisasi, dan transisi energi diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru.

JAKARTA, KOMPAS — Program hilirisasi, digitalisasi, dan transisi energi diyakini mampu menjadi sumber baru dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, upaya memperluas pasar global terus ditempuh, antara lain melalui perjanjian perdagangan internasional.

Demikian salah satu benang merah yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam acara CEO Insight 2025 bertajuk ”Indonesia’s Changemakers: Satu Langkah Menuju Indonesia Maju”, di Jakarta, Selasa . Acara yang turut dihadiri oleh beberapa pemimpin perusahaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN dengan tema ”Menyatukan Arah Indonesia Maju: Energi, Investasi, Talenta, dan Keberlanjutan”. Hadir pula sebagai pembicara dalam sesi diskusi, yakni Direktur Utama PLN Indonesia Power ⁠Bernadus Sudarmanta, CEO Standard Chartered Indonesia ⁠⁠Donny Donosepoetro, Managing Partner Skystar Capital ⁠⁠Abraham Hidayat, serta Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara ⁠⁠Rachmat Makassau. Airlangga mengatakan, berbagai program untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional terus dilakukan. Hilirisasi, digitalisasi, dan transisi energi merupakan tiga mesin utama pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. ”Kita ketahui pertumbuhan ekonomi pada triwulan II sebesar 5,12 persen. Pada triwulan III tunggu pengumuman besok jam 11. Pada triwulan IV, saya yakin lebih tinggi dari 5,12 persen katanya,” katanya. Selain mendorong hilirisasi melalui ekosistem kendaraan listrik, pemerintah tengah mengembangkan industri semikonduktor. Dengan potensi pasar global senilai Rp 1 triliun dollar AS pada 2030, Indonesia diperkirakan mampu menyuplai 9 persen dari kegiatan perakitan pada 2060 terus dipercepat dengan memanfaatkan potensi dari energi baru terbarukan . Ini meliputi solar panel, geotermal, energi air , serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon kini telah mendapatkan komitmen investasi dari Jepang, BP, serta ExxonMobil total senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 250,73 triliun setara kurs Rp 16.700 per dollar AS. Selanjutnya, pemerintah turut menargetkan pembangunan 33 pembangkit listrik tenaga sampah dalam 2-3 tahun ke depan. Dengan total kapasitas listrik mencapai 20 megawatt, proyek tersebut dapat menyirkulasikan 23,7 juta ton sampah per tahun menjadi Rp 426 miliar. Oleh karena itu, perlu kita dorong SDM yang kuat, di mana kebutuhan kita untuk sektor digital itu 500.000 tenaga kerja per tahun. Menurut Airlangga, Indonesia juga memiliki potensi yang besar dari ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan baru. Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mampu mencapai 90 miliar dollar AS atau Rp 1.500 triliun pada 2025 dan akan melonjak hingga Rp 5.013 triliun. Bahkan, potensi tersebut diperkirakan tumbuh lebih tinggi lagi seiring dengan disepakatinya ASEAN Digital Economy Framework. Melalui kesepakatan ini, nilai ekonomi kawasan diperkirakan mampu mencapai 2 triliun dollar AS pada 2030 sehingga potensi ekonomi digital Indonesia pun naik menjadi 600 miliar dollar AS atau Rp 10.018 triliun. ”Oleh karena itu, perlu kita dorong SDM yang kuat, di mana kebutuhan kita untuk sektor digital itu 500.000 tenaga kerja per tahun,” ujar Airlangga. Karena itu, pemerintah telah membuat Kawasan Ekonomi Khusus di Malang, Jawa Timur. Program ini akan didukung oleh beberapa universitas terkemuka dunia, seperti King College London dan Monash University yang akan beroperasi di Indonesia untuk jenjang S-2. Dalam rangka mengoptimalkan potensi yang ada, pemerintah juga mengembangkan pangsa pasar global. Di bidang konektivitas keuangan, misalnya, komitmen penggunaan mata uang lokal telah menjajaki negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Asia, hingga Eropa. Selain itu, Indonesia juga mengikuti Proyek Nexus bersama Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan India.) Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa , terutama di sektor digital. Perjanjian yang mulai diimplementasikan per 2027 ini meningkatkan beberapa kesepakatan, seperti penghapusan tarif perdagangan lebih dari 98 persen. Airlangga menambahkan, ketidakpastian global memang relatif menurun seiring kesepakatan beberapa negara dengan AS terkait kebijakan tarif. Meski perekonomian global masih dalam tekanan, ia optimistis Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih tinggi dibanding tahun ini. Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santosa menyampaikan, Indonesia masih terus bernegosiasi dengan Pemerintah AS terkait pengenaan tarif sebesar 19 persen. Negosiasi yang ditargetkan rampung pada pertengahan November 2025 ini dilakukan dengan secara berhati-hati. ”Pangsa ekspor kita ke Amerika cukup besar. Jangan sampai ini hilang, ya, jangan sampai hilang,” katanya. Sebagai salah satu mitra dagang utama, neraca perdagangan RI dengan AS selama 2020-2024 selalu mencatatkan surplus antara 10 miliar dollar AS dan 16,6 miliar dollar AS. Pada 2024, surplus neraca perdagangan antara RI dan AS tercatat sebesar 14,52 miliar dollar AS atau meningkat 21,26 persen secara tahunan. Torehan tersebut sekaligus menjadikan AS sebagai negara penyumbang surplus perdagangan terbesar kedua bagi Indonesia. Namun, selama Januari-September 2025, AS menjadi negara penyumbang surplus perdagangan RI terbesar, dengan surplus sebesar 15,7 miliar dollar AS. Menurut Budi, kondisi tersebut ditengarai akibat penumpukan barang oleh para importir di AS sebelum kebijakan tarif diterapkan. Meski Indonesia dikenakan tarif sebesar 19 persen, AS tetap menjadi salah satu pangsa ekspor yang besar. Yang penting adalah bagaimana kita membuka pasar dua negeri semakin banyak. Kita dengan Kanada sudah selesai, kemarin kita tanda tangani. Sekarang tinggal ratifikasi. Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen, kinerja ekspor ditargetkan mampu mencatatkan nilai sebesar 393,31 miliar dollar AS atau tumbuh 9,64 persen. Kini, kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari-September 2025 telah mencapai 209,8 miliar dollar AS atau tumbuh 8,14 persen. Maka, pemerintah terus berupaya memperluas pasar ekspor Indonesia ke negara-negara lain melalui beberapa langkah, yakni implementasi 20 perjanjian perdagangan, ratifikasi 12 perjanjian perdagangan, serta perundingan 14 perjanjian perdagangan. Budi menyebut, beberapa perjanjian, seperti Indonesia-Kanada, IEU CEPA, dan Indonesia-Peru CEPA yang telah selesai ditandatangani. Sementara Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement dan Indonesia-Eurasia CEPA ditargetkan selesai pada 2025. ”Yang penting adalah bagaimana kita membuka pasar dua negeri semakin banyak. Kita dengan Kanada sudah selesai, kemarin kita tanda tangani. Sekarang tinggal ratifikasi,” ujarnya. Dilihat berdasarkan kawasannya, Uni Eropa merupakan kawasan penyumbang surplus tertinggi kedua bagi Indonesia, dengan nilai surplus sebesar 5 miliar dollar AS. Adapun kawasan Asia Tenggara menempati posisi pertama dengan surplus sebesar 7,7 miliar dollar AS. Demikian salah satu benang merah yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam acara CEO Insight 2025 bertajuk ”Indonesia’s Changemakers: Satu Langkah Menuju Indonesia Maju”, di Jakarta, Selasa . Acara yang turut dihadiri oleh beberapa pemimpin perusahaan tersebut merupakan bagian dari rangkaian menuju 16th Kompas100 CEO Forum powered by PLN dengan tema ”Menyatukan Arah Indonesia Maju: Energi, Investasi, Talenta, dan Keberlanjutan”. Hadir pula sebagai pembicara dalam sesi diskusi, yakni Direktur Utama PLN Indonesia Power ⁠Bernadus Sudarmanta, CEO Standard Chartered Indonesia ⁠⁠Donny Donosepoetro, Managing Partner Skystar Capital ⁠⁠Abraham Hidayat, serta Presiden Direktur PT Amman Mineral Nusa Tenggara ⁠⁠Rachmat Makassau. Airlangga mengatakan, berbagai program untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional terus dilakukan. Hilirisasi, digitalisasi, dan transisi energi merupakan tiga mesin utama pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia. ”Kita ketahui pertumbuhan ekonomi pada triwulan II sebesar 5,12 persen. Pada triwulan III tunggu pengumuman besok jam 11. Pada triwulan IV, saya yakin lebih tinggi dari 5,12 persen katanya,” katanya. Selain mendorong hilirisasi melalui ekosistem kendaraan listrik, pemerintah tengah mengembangkan industri semikonduktor. Dengan potensi pasar global senilai Rp 1 triliun dollar AS pada 2030, Indonesia diperkirakan mampu menyuplai 9 persen dari kegiatan perakitan pada 2060 terus dipercepat dengan memanfaatkan potensi dari energi baru terbarukan . Ini meliputi solar panel, geotermal, energi air , serta teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon kini telah mendapatkan komitmen investasi dari Jepang, BP, serta ExxonMobil total senilai 15 miliar dollar AS atau sekitar Rp 250,73 triliun setara kurs Rp 16.700 per dollar AS. Selanjutnya, pemerintah turut menargetkan pembangunan 33 pembangkit listrik tenaga sampah dalam 2-3 tahun ke depan. Dengan total kapasitas listrik mencapai 20 megawatt, proyek tersebut dapat menyirkulasikan 23,7 juta ton sampah per tahun menjadi Rp 426 miliar. Oleh karena itu, perlu kita dorong SDM yang kuat, di mana kebutuhan kita untuk sektor digital itu 500.000 tenaga kerja per tahun. Menurut Airlangga, Indonesia juga memiliki potensi yang besar dari ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan baru. Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mampu mencapai 90 miliar dollar AS atau Rp 1.500 triliun pada 2025 dan akan melonjak hingga Rp 5.013 triliun. Bahkan, potensi tersebut diperkirakan tumbuh lebih tinggi lagi seiring dengan disepakatinya ASEAN Digital Economy Framework. Melalui kesepakatan ini, nilai ekonomi kawasan diperkirakan mampu mencapai 2 triliun dollar AS pada 2030 sehingga potensi ekonomi digital Indonesia pun naik menjadi 600 miliar dollar AS atau Rp 10.018 triliun. ”Oleh karena itu, perlu kita dorong SDM yang kuat, di mana kebutuhan kita untuk sektor digital itu 500.000 tenaga kerja per tahun,” ujar Airlangga. Karena itu, pemerintah telah membuat Kawasan Ekonomi Khusus di Malang, Jawa Timur. Program ini akan didukung oleh beberapa universitas terkemuka dunia, seperti King College London dan Monash University yang akan beroperasi di Indonesia untuk jenjang S-2. Dalam rangka mengoptimalkan potensi yang ada, pemerintah juga mengembangkan pangsa pasar global. Di bidang konektivitas keuangan, misalnya, komitmen penggunaan mata uang lokal telah menjajaki negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Asia, hingga Eropa. Selain itu, Indonesia juga mengikuti Proyek Nexus bersama Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, dan India.) Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa , terutama di sektor digital. Perjanjian yang mulai diimplementasikan per 2027 ini meningkatkan beberapa kesepakatan, seperti penghapusan tarif perdagangan lebih dari 98 persen. Airlangga menambahkan, ketidakpastian global memang relatif menurun seiring kesepakatan beberapa negara dengan AS terkait kebijakan tarif. Meski perekonomian global masih dalam tekanan, ia optimistis Indonesia mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi tahun depan lebih tinggi dibanding tahun ini. Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santosa menyampaikan, Indonesia masih terus bernegosiasi dengan Pemerintah AS terkait pengenaan tarif sebesar 19 persen. Negosiasi yang ditargetkan rampung pada pertengahan November 2025 ini dilakukan dengan secara berhati-hati. ”Pangsa ekspor kita ke Amerika cukup besar. Jangan sampai ini hilang, ya, jangan sampai hilang,” katanya. Sebagai salah satu mitra dagang utama, neraca perdagangan RI dengan AS selama 2020-2024 selalu mencatatkan surplus antara 10 miliar dollar AS dan 16,6 miliar dollar AS. Pada 2024, surplus neraca perdagangan antara RI dan AS tercatat sebesar 14,52 miliar dollar AS atau meningkat 21,26 persen secara tahunan. Torehan tersebut sekaligus menjadikan AS sebagai negara penyumbang surplus perdagangan terbesar kedua bagi Indonesia. Namun, selama Januari-September 2025, AS menjadi negara penyumbang surplus perdagangan RI terbesar, dengan surplus sebesar 15,7 miliar dollar AS. Menurut Budi, kondisi tersebut ditengarai akibat penumpukan barang oleh para importir di AS sebelum kebijakan tarif diterapkan. Meski Indonesia dikenakan tarif sebesar 19 persen, AS tetap menjadi salah satu pangsa ekspor yang besar. Yang penting adalah bagaimana kita membuka pasar dua negeri semakin banyak. Kita dengan Kanada sudah selesai, kemarin kita tanda tangani. Sekarang tinggal ratifikasi. Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen, kinerja ekspor ditargetkan mampu mencatatkan nilai sebesar 393,31 miliar dollar AS atau tumbuh 9,64 persen. Kini, kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari-September 2025 telah mencapai 209,8 miliar dollar AS atau tumbuh 8,14 persen. Maka, pemerintah terus berupaya memperluas pasar ekspor Indonesia ke negara-negara lain melalui beberapa langkah, yakni implementasi 20 perjanjian perdagangan, ratifikasi 12 perjanjian perdagangan, serta perundingan 14 perjanjian perdagangan. Budi menyebut, beberapa perjanjian, seperti Indonesia-Kanada, IEU CEPA, dan Indonesia-Peru CEPA yang telah selesai ditandatangani. Sementara Indonesia-Tunisia Preferential Trade Agreement dan Indonesia-Eurasia CEPA ditargetkan selesai pada 2025. ”Yang penting adalah bagaimana kita membuka pasar dua negeri semakin banyak. Kita dengan Kanada sudah selesai, kemarin kita tanda tangani. Sekarang tinggal ratifikasi,” ujarnya. Dilihat berdasarkan kawasannya, Uni Eropa merupakan kawasan penyumbang surplus tertinggi kedua bagi Indonesia, dengan nilai surplus sebesar 5 miliar dollar AS. Adapun kawasan Asia Tenggara menempati posisi pertama dengan surplus sebesar 7,7 miliar dollar AS.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

hariankompas /  🏆 8. in İD

Pertumbuhan Ekonomi CEO Insight Hilirisasi Digitalisasi Transisi Energi Sdgs SDG07-Energi Bersih Dan Terjangkau Kompas100 CEO Forum Utama X-Hide-Update-Me

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Bursa Gandeng S&P Dow Jones Luncurkan Tiga Indeks BaruBursa Gandeng S&P Dow Jones Luncurkan Tiga Indeks BaruBursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim investasi pasif di pasar modal terus meningkat.
Baca lebih lajut »

Bos BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III & IV di Atas 5,12%Bos BI Ramal Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III & IV di Atas 5,12%Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan hingga akhir 2025.
Baca lebih lajut »

Harmoni tiga pilar Bali dalam UU Pariwisata baruHarmoni tiga pilar Bali dalam UU Pariwisata baruBali menerima luka baru: kegagalan tata kelola visual.Di Pantai Kelingking, Nusa Penida, di atas tebing kapur ikonik yang menyerupai kepala T-Rex, crane ...
Baca lebih lajut »

Mesin Baru Yamaha V4 vs Inline-Four: Mana yang Lebih Unggul?Mesin Baru Yamaha V4 vs Inline-Four: Mana yang Lebih Unggul?Yamaha uji mesin V4 baru di MotoGP 2025, unggul dalam tenaga, pengelolaan ban, dan sensasi berkendara, siap bersaing kembali di puncak kejuaraan dunia.
Baca lebih lajut »

Toyota Siapkan Mesin V8 Baru untuk GR GT3 dan Lexus Sport ConceptToyota Siapkan Mesin V8 Baru untuk GR GT3 dan Lexus Sport ConceptToyota semakin serius menggarap lini performa tingginya, dengan mengembangkan mesin V8 baru yang akan menjadi jantung dari mobil sport unggulan mereka
Baca lebih lajut »

Pendapatan WIKA Beton Rp 2,5 Trilliun, Ditopang Mesin Pertumbuhan BaruPendapatan WIKA Beton Rp 2,5 Trilliun, Ditopang Mesin Pertumbuhan BaruLaporan kinerja WIKA Beton hingga Kuartal III-2025 menunjukkan hasil yang solid, mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2,52 triliun.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-06-14 23:34:07