DPR Aceh (DPRA) bakal memanggil Direktur RSU Zainal Abidin (RSUZA) terkait tarif rapid test dan tes swab virus Corona.
"Kita akan segera memanggil Dirut RSUZA untuk persoalan ini. Insyaallah Selasa atau Rabu ini. Kita akan pertanyaan harga yang disebut dalam daftar itu, berlaku umum untuk masyarakat atau hanya untuk perusahaan," kata Sekretaris Komisi V DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, kepada wartawan, Sabtu .
Rapid test di RSUZA sendiri dikenai tarif Rp 650 ribu. Sementara, tes swab dikenai tarif Rp 1,5 juta.Iskandar menilai penetapan harga tersebut tidak wajar. Dia menyinggung anggaran Rp 1,7 triliun yang disiapkan untuk penanganan Corona di Aceh. "Nilai Rp 1,7 triliun hasil refocusing APBA 2020 belum digunakan sama sekali. Sebagian besar itu untuk penanganan Corona, harusnya dites massal secara gratis dengan menggunakan APBA tadi," ujar politikus Partai Aceh ini. Iskandar berharap warga yang hendak memeriksakan diri terkait virus Corona tidak dipungut biaya. Dia meminta pihak terkait tidak berbisnis dengan menetapkan tarif untuk rapid test dan tes swab. "Jangan dibebani lagi kepada rakyat yang kesusahan selama Corona. Rapid test dan swab test bukan untuk bisnis. Ini yang harus diketahui bersama," ujar Iskandar.Penjelasan Direktur RSUZA Sementara itu Direktur RSUZA Banda Aceh dr Azharuddin mengaku belum mendapat informasi terkait rencana pemanggilan tersebut. Dia mengatakan bakal hadir bila dipanggil pihak legislatif.Tembak-tembakan Remaja Berujung Rumah Terbakar-Ribut Antarwarga Azharuddin membenarkan adanya tarif pemeriksaan rapid test senilai Rp 650 ribu dan tes swab Rp 1,5 juta. Menurutnya, tarif hanya dikenakan untuk pemeriksaan mandiri, sementara bagi pasien dan warga tidak mampu, pemeriksaan tetap gratis. "Yang berbayar untuk layanan eksekutif dan mandiri. yang tidak mampu dan sebagai pasien COVID-19 semua gratis," jelas Azharuddin.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Lima personel Polres Aceh Timur dipecatLima anggota Polri yang bertugas di Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur dipecat atau dikenai sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena melanggar ...
Baca lebih lajut »
UPDATE Corona NTT 28 Mei: 11 Pasien Sembuh dari Corona, 78 Masih DirawatPemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan tambahan enam kasus baru positif virus corona (Covid-19).
Baca lebih lajut »
Sekeluarga Positif Corona, Pemkab Garut Bakal Isolasi DesaPemkab Garut melakukan penelusuran intensif riwayat pasien corona dari sebuah keluarga di Garut, membuka kemungkinan isolasi satu desa.
Baca lebih lajut »
Aceh Ungkap Strategi Jadi Daerah dengan Kurva Landai CoronaPlt Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengklaim persiapan fasilitas pendukung, hingga posko informasi sudah dilakukan sebelum ada indikasi positif corona di Aceh.
Baca lebih lajut »
Ma'ruf Sebut Angka Kemiskinan Bakal Bertambah Imbas CoronaWapres Ma'ruf Amin menyatakan penambahan angka kemiskinan imbas corona menjadi tantangan pemerintah saat ini.
Baca lebih lajut »
Kasus Positif Sudah Melandai, Begini Cara Pemprov Aceh Tangani CoronaKasus positif COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia masih mengalami kenaikan. Meski demikian, ada kabar menggembirakan dari Provinsi Aceh. Kasus positif di Kota Serambi Mekah ini mengalami tren penurunan. Aceh
Baca lebih lajut »
