Tes PCR Jabar Capai 78 Ribu Rasionya Setara Jerman |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Tes PCR Jabar Capai 78 Ribu Rasionya Setara Jerman |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 24 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 63%

tes PCR yang telah dilakukan tepatnya sebanyak 78.108 sampel bertambah 13.076 sampel

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Barat telah melakukan uji usap sekitar 78.000 sampel di seluruh kota/kabupaten Jawa Barat dalam tiga bulan terakhir. Gugus Tugas, pertama kali melakukan tes masif Covid-19 pada 25 Maret dan masih terus berlangsung hingga hari ini. Tes masif terdiri dari uji usap dahak hidung tenggorok dengan teknik PCR, serta pengambilan sampel darah .

Menurut Ketua Divisi Pelacakan Kontak Deteksi Dini Pengujian Massal dan Manajemen Lab GTPP Covid-19 Provinsi Jawa Barat dr Siska Gerfianti, dari 78.108 sampel PCR, maka rasio tes PCR Jabar per 1 juta penduduk adalah 1.584. Memang, masih butuh kerja keras untuk mencapai syarat minimal WHO yakni minimal 1 persen tes masif dari jumlah penduduk. Jika diasumsikan jumlah penduduk Jabar saat ini sekitar 50 juta jiwa, maka tes PCR yang harus dilakukan 500.000 sampel.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Gugus Tugas Covid 19 Banyumas Mulai Lakukan Tes PCR Massal |Republika OnlineGugus Tugas Covid 19 Banyumas Mulai Lakukan Tes PCR Massal |Republika OnlineSelama perpanjangan tanggap darurat, tes swab akan dilakukan pada 4000 orang
Baca lebih lajut »

Jabar Mampu Produksi Sendiri Ventilator hingga Alat PCRJabar Mampu Produksi Sendiri Ventilator hingga Alat PCRJabar sudah bisa memproduksi secara mandiri peralatan medis untuk melawan COVID-19.
Baca lebih lajut »

Ahli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Fokus Perbanyak Tes PCRAhli Epidemiologi: Stop Rapid Test, Fokus Perbanyak Tes PCRPandu Riono mengatakan, pelaksanaan rapid test atau tes cepat Covid-19 sebaiknya dihentikan. Apa alasannya?
Baca lebih lajut »

Risma Menjawab Alasan Bersujud, Marah soal Mobil PCR, hingga Surabaya Jadi WuhanRisma Menjawab Alasan Bersujud, Marah soal Mobil PCR, hingga Surabaya Jadi WuhanBeberapa tindakan Risma menjadi sorotan, di antaranya marah-marah ke salah satu pejabat Pemprov Jatim terkait mobil PCR serta bersujud di kaki dokter.
Baca lebih lajut »

Pemerintah akan Kurangi Impor PCRPemerintah akan Kurangi Impor PCRKemampuan produksi alat tes PCR oleh PT Bio Farma disebut sudah mencapai 50.000 per pekan atau 200.000 per bulan.
Baca lebih lajut »

Wali Kota Bekasi Akui Alat Rapid Test dan PCR Mulai MenipisWali Kota Bekasi Akui Alat Rapid Test dan PCR Mulai MenipisAlat rapid test di Kota Bekasi kini hanya bersisa sekitar 1.000 unit. Sementara, alat tes swab dengan meteode PCR sisa 2.000.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 23:57:58