Korban tewas akibat banji dahsyat di Libya terus bertambah hingga mencapai angka 11.000 orang lebih.
Seorang pejabat Bulan Sabit Merah mengatakan bahwa sulit untuk memberikan jumlah kematian yang akurat.
“Mayat-mayat terdampar di pantai setiap menit, di pantai sejauh 150 km jauhnya,” kata Ahmed Al-Hadl, kepala bantuan di kota pelabuhan Derna untuk Bulan Sabit Merah.Angka-angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan upaya pencarian dan penyelamatan yang terus dilakukan untuk mencari para korban yang selamat.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia, sebanyak 4.000 jenazah telah ditemukan dan diidentifikasi sedangkan lebih dari 9.000 orang masih dinyatakan hilang.sejak hujan ekstrem yang disebabkan oleh Badai Daniel.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Korban Tewas Banjir Bandang Libya Tembus 11 Ribu OrangLembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Libya menyebut korban banjir libya tembus 11.300 orang.
Baca lebih lajut »
PBB Revisi Jumlah Korban Tewas Banjir Bandang Libya Jadi 3.958 OrangDalam laporan awalnya pada Sabtu (16/9/2023), Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan bahwa sedikitnya 11.300 orang tewas akibat banjir bandang di Kota Derna. Angka tersebut diklaim mengutip laporan Bulan Sabit Merah Libya.
Baca lebih lajut »
PBB Sebut Korban Tewas Banjir Libya 11.300 Orang, Bulan Sabit Merah MenyangkalPBB melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir Libya telah meningkat menjadi 11.300 orang. Setelah itu, Bulan Sabit Merah Libya membantah angka itu.
Baca lebih lajut »
Tragis! Korban Tewas Banjir Libya Tembus 11.300 OrangKorban tewas banjir Libya meningkat menjadi 11.300 orang.
Baca lebih lajut »
Libya Selidiki Ambruknya 2 Bendungan Pasca Banjir Bandang Dahsyat, Korban Tewas Capai 11.300 OrangBulan Sabit Merah Libya menyatakan lebih dari 10.000 orang hilang akibat banjir bandang Libya, sementara korban tewas mencapai 11.300 orang sejauh ini.
Baca lebih lajut »