Data BMKG Stasiun Pekanbaru pukul 06.00 WIB (8/8/2019), menunjukkan seratusan titik panas atau hotspot tersebar di sembilan provinsi dan paling banyak di Riau, yakni ada 59 titik. SorotanMedia
Rony Muharrman/wsj/18 /ANTARA FOTO
Menurut Deputi Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Prabowo, , peningkatan jumlah titik panas itu diakibatkan kondisi atmosfer dan cuaca yang relatif kering sehingga mengakibatkan tanaman menjadi mudah terbakar. Titik panas mulai menurun pada 29 Juli 2019 menjadi sebanyak 1782 titik, dan menjadi 703 titik pada 1 Agustus 2019.Titik panas tersebut terkonsentrasi di wilayah Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, bahkan juga terdeteksi di Serawak , Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, dan Filipina.
Sementara, khusus Idonesia, sebanyak 608 titik panas tersebut terpantau oleh seluruh satelit yang dimiliki, dioperasikan dan diakses Lapan, yaitu satelit Aqua, satelit Terra, satelit SNPP, dan satelit NOAA 20.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
BMKG Identifikasi 18.895 Titik Panas di Asia Tenggara-Papua Nugin
Baca lebih lajut »
BMKG identifikasi 18.895 titik panas di Asia Tenggara-Papua NuginiBadan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi sedikitnya terdapat 18.895 titik panas di seluruh wilayah Asia Tenggara dan Papua Nugini ...
Baca lebih lajut »
Hampir 19 Ribu Titik Panas Terpantau di Asia TenggaraMasyarakat diminta mewaspadai kebakaran hutan dan lahan.
Baca lebih lajut »
Yura Yunita: Rilis Album untuk Pasar Asia Tenggara
Baca lebih lajut »
Mickey Go Local Tampilkan Mickey Jelajahi Asia TenggaraMickey dan kawan-kawan hadir dalam animasi yang mengisahkan budaya Asia Tenggara
Baca lebih lajut »
Kebakaran Lahan dan Hutan Kepung Asia TenggaraBMKG identifikasi sekitar 18.895 titik panas di wilayah Asia Tenggara-Papua Nugini.
Baca lebih lajut »