Begitu datang, mereka langsung menembaki. Mereka sama sekali tidak bertanya apa-apa.
Pemberitaan ABC News mengenai tindakan pasukan Australia yang membunuh seorang petani Afghanistan dan anaknya di Propinsi Uruzgan kini didukung oleh laporan Komnas HAM negara itu. Melalui serial pemberitaan bertajuk Afghan Files di tahun 2017, ABC melaporkan bahwa petani bernama Bismillah Jan Azadi dan anaknya Sadiqullah tewas ditembak oleh pasukan Resimen SAS Australia pada bulan September 2013.
ABC digeledah Serial Afghan Files kini menjadi subyek investigasi Kepoolisian Federal Australia . Bahkan pada Juni lalu, petugas AFP menggeledah kantor redaksi ABC di Sydney dan menyita sejumlah dokumen. Dokumen tersebut mencakup pelanggaran HAM tahun 2010 hingga 2013 berupa laporan investigasi, keterangan saksi, foto, catatan penahanan dan catatan korban sipil.
Photo: Esmat Jan berada dalam rumah ketika ayah dan saudaranya yang tidur di beranda ditembak mati oleh tentara Australia. "Anak itu tewas terbaring di pelukan ayahnya. Luka di perutnya diplaster dengan jarum yang tertinggal di dadanya. Mungkin itu upaya mengobati dia," kata Masoom.ABC sendiri berhasil menemui putra Bismillah lainnya, Esmat Khan, di Desa Ala Balogh.
Pada saat kejadian Esmat sendiri berada di dalam rumah, dan dilarang mendekati ayah dan adiknya di beranda sampai tentara Australia selesai menggeledah dan pergi dari sana. "Dia hanya petani. Dia belum pernah melihat pistol. Dia sedang tidur pulas ketika ditembak mati," katanya. Hal senada disampaikan oleh ketua Komnas HAM Shaharzad Akbar."Investigasi kami menyimpulkan bahwa Bismillah sama sekali tidak menyerang pasukan Australia," katanya.
"Saya langsung menelepon komandan yang bertanggung jawab atas serangan itu. Aku menjelaskan situasi menyakitkan itu dan menyampaikan keberatan resmi dari kantor gubernur," ujar Akhundzada.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Keluarga Belanda 'yang menunggu kiamat' ditemukan di ruang bawah tanahPria berumur 58 tahun dan enam orang anaknya yang berusia 16 -25 tahun tinggal di ruang bawah tanah sebuah rumah di Provinsi Drenthe, Belanda bagian utara.
Baca lebih lajut »
Pria Australia Ini Dipenjara 19 Tahun, Ternyata tak BersalahPria Australia ini dipenjara 19 tahun dan ternyata tidak melakukan kejahatan.
Baca lebih lajut »
Menilik Perkembangan Startup di PapuaAda 23 startup lintas sektor yang sedang berkembang dan merambah hingga pasar global.
Baca lebih lajut »
Terbangun dengan Rahang Sakit? Ini Penyebab dan Cara MengatasinyaKadang kita terbangun dengan rahang atau gigi yang terasa sakit dan nyeri, padahal nggak lagi sakit gigi. Pernah merasakan hal yang sama? Ini nih penyebabnya: InfoKesehatan via detikHealth
Baca lebih lajut »
FA Jerman Dukung Gundogan dan Can yang Like Unggahan TosunTosun mengunggah foto yang memperlihatkan dukungannya terhadap tentara Turki.
Baca lebih lajut »
Top 3 Berita Hari Ini: 5 Cara Tidur yang Bisa Bantu Bakar LemakTop 3 Berita Hari Ini tentang cara tidur yang bisa bantu bakar lemak, minuman sehat di pagi hari dan sejarah unik bangunan di jalan M.H. Thamrin.
Baca lebih lajut »