Mengisi tekanan angin pada ban mobil harus sesuai dengan rekomendasi pabrik, karena dapat menentukan performa mobil.
Zulpata menambahkan, ketika mobil membawa muatan penuh maka tekanan udara ban juga harus disesuaikan agar ban bekerja secara maksimal.
“Kalau tekanan udara tidak sesuai maka performa dari ban juga bisa berkurang. Misalnya ketika mobil kosong namun tekanan udaranya untuk mobil penuh,” tuturnya. Jika ini dilakukan maka efeknya akan terasa saat mobil dikendarai, misalnya kendaraan menjadi tidak nyaman karena ban terlalu keras.“Dampak lainnya seperti setir menjadi terlalu ringan dan sulit dikendalikan, keausan ban tidak rata, hanya bagian tengahnya saja,” ucapnya.Sebaliknya, Zulpata melanjutkan, jika kendaraan dalam kondisi penuh tapi tekanan udaranya standar, maka mobil jadi tidak stabil saat dikemudikan.
Selain itu, tekanan angin yang kirang akan membuat kinerja ban tidak optimal. Hal ini dapat menyebabkanSebaiknya, isi angin ban sesuai dengan rekomendasi pabrik. Hal ini selain menujang performa kendaraan juga akan membuat ban lebih awet dan tahan lama.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Simak Cara Daftar, Cek dan Cairkan BLT UMKM Rp 1,2 juta di eForm BRIBerikut ini langkah untuk mengecek apakah pelaku UMKM mendapatkan BLT UMKM atau tidak melalui eForm BRI.
Baca lebih lajut »
Perhatikan, Pasien COVID-19 Jangan Asal Minum Obat Saat IsomanOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, ada beberapa obat-obatan yang tidak boleh atau harus dihindari selama menjalankan isoman.
Baca lebih lajut »
Pengajuan Modal Perumda Ditolak, DPRD Pamekasan: Peruntukannya Tak JelasDPRD Pamekasan menolak pengajuan modal Perumda Tirta Jaya sebesar Rp 145 miliar alasannya berikut ini. PerumdaTirtaJaya
Baca lebih lajut »
Psikolog: Orang yang Tak Percaya Covid-19 Cenderung Kurang KritisMereka yang tidak percaya pandemi Covid-19 memiliki kecenderungan cara berpikir yang kurang kritis.
Baca lebih lajut »