Tanpa Mahasiswa China, Universitas di Australia Terancam Kesulitan

Indonesia Berita Berita

Tanpa Mahasiswa China, Universitas di Australia Terancam Kesulitan
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 66 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 30%
  • Publisher: 63%

Penurunan jumlah mahasiswa dari China bisa menjadi 'bencana' bagi Australia

Penurunan jumlah mahasiswa dari China bisa menjadi"bencana" bagi Australia Penurunan jumlah mahasiswa dari China bisa menjadi"bencana" bagi beberapa universitas Australia sehingga akan memaksa pemerintah turun tangan. Mahasiswa internasional selama ini dianggap sebagai"sapi perah" dalam sektor pendidikan tinggi.

Laporan studi dari Centre for Independent Studies menyebutkan University of Sydney sebagai lembaga pendidikan tinggi yang paling tergantung secara finansial dari SPP mahasiswa China. "Tapi karena universitas ini adalah entitas publik, mereka dapat berlindung di balik pemerintah dan menutupi risiko yang mereka ambil," kata Prof. Babones.

"Ada yang menjual rumah mereka di China demi membiayai anak-anaknya kuliah di Australia," kata Abbey Shi kepada ABC News."Ada titik dimana universitas-universitas di Australia memperlakukan mahasiswa internasional seperti sapi perah. Sementara dukungan yang mereka berikan sangat minim."Kalangan universitas yang dihubungi terpisah membantah tudingan bahwa mereka terlalu terekspos ke pasar China.

"Universitas-universitas di Australia mempertahankan standar penerimaan mahasiswa yang sangat tinggi - dan standar akademik yang tinggi itu menjaga kualitas dan menarik bagi mahasiswa internasional." CEO regulator universitas di Australia, TEQSA, Anthony McClaran secara terpisah menjelaskan, pihaknya memantau ketergantungan pada pasar tertentu di sektor pendidikan tinggi ini.

Dia menyebut pihak universitas menyiapkan program Bahasa Inggris bagi calon mahasiswa asing yang lebih rendah sebagai pintu masuk.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

20 mahasiswa Bahasa Indonesia di China raih beasiswa Dharmasiswa20 mahasiswa Bahasa Indonesia di China raih beasiswa DharmasiswaSebanyak 20 mahasiswa dan mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia dari berbagai perguruan tinggi di China berhasil meraih Dharmasiswa.\r\n\r\n"Jumlahnya sama ...
Baca lebih lajut »

Bolton Tuduh China Lakukan Intimidasi di Laut China SelatanBolton Tuduh China Lakukan Intimidasi di Laut China SelatanTuduhan muncul justru setelah AS meningkatkan latihan militernya di Laut China Selatan. John Bolton, Penasihat Keamanan...
Baca lebih lajut »

Pemerintah Harus Siapkan Strategi Hadapi Perang Dagang AS-ChinaPemerintah Harus Siapkan Strategi Hadapi Perang Dagang AS-ChinaJadi, kalau dua negara raksasa ekonomi ini berperang, maka akan membuat arus perdagangan dan rantai pasar global terhambat.
Baca lebih lajut »

Harga Daging Babi Naik, Peternak di China Raup Untung BesarHarga Daging Babi Naik, Peternak di China Raup Untung BesarPeternak babi di China yang berhasil mencegah penularan flu babi dari Afrika sejak perebakan dimulai setahun lalu, kini akan mendapat keuntungan besar karena naiknya harga daging babi. Kantor berita
Baca lebih lajut »

Taiwan Tawarkan Suaka Politik Bagi Demonstran Hong Kong, China MurkaTaiwan Tawarkan Suaka Politik Bagi Demonstran Hong Kong, China MurkaPemerintah China, Senin (19/8), mengecam keras Taiwan karena menawarkan suaka politik bagi demonstran pro-demokrasi di Hong Kong, satu hari setelah ratusan ribu warga Hong Kong berpawai dalam demonstr
Baca lebih lajut »

AS Minta China Selesaikan Krisis di Hong Kong Secara KemanusiaanAS Minta China Selesaikan Krisis di Hong Kong Secara KemanusiaanWakil Presiden Amerika Mike Pence, Senin (19/8), mendesak China supaya bertindak berdasarkan perikemanusiaan untuk menyelesaikan perbedaan pendapat dengan demonstran pro-demokrasi di Hong Kong. Penc
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 21:00:40