Dalam konferensi pers pertama sejak menguasai ibukota Afghanistan, Taliban memberikan jaminan untuk menghormati hak-hak kaum perempuan Taliban
Mereka mengatakan perempuan berhak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan, namun seperti apa kehidupan di bawah pemerintahan Taliban masih belum jelas.
Banyak perempuan Afghanistan menyatakan ketakutan akan kembalinya aturan hukum represif yang pernah diterapkan pemerintahan Taliban sebelumnya. Berbagai organisasi internasional juga telah menyatakan keprihatinan serupa."Taliban telah merenggut setiap harapan dari kaum perempuan Afghanistan," ujar aktivis hak-hak perempuan Hoda Raha yang dihubungi di Kabul.
"Kami kaum perempuan Afghanistan sangat bingung dengan apa yang terjadi di sini," katanya kepada ABC News. "Bagaimana mungkin dunia bisa mempercayai Taliban, yang sangat bisa diketahui dari masa lalu mereka," ujarnya.Juru bicara Taliban telah menepis kekhawatiran ini dan menyatakan mereka"mendukung hak-hak perempuan di bawah ketentuan hukum syariah".
Pernyataan ini memicu pertanyaan lebih lanjut, termasuk seberapa banyak perubahan pandangan Taliban terhadap hak-hak perempuan sejak kelompok ini tersingkir 20 tahun lalu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pemimpin Taliban tiba di Afghanistan dari pengasingan - BBC News IndonesiaSetelah Taliban berhasil menduduki ibu kota Kabul, ribuan orang berbondong-bondong ke bandara untuk mengungsi karena ketakutan. Namun sebagian warga lain menyambut kehadiran Taliban sebagai harapan. 'Taliban kini lebih modern,' kata seorang warga. Baca:
Baca lebih lajut »
Taliban Berjanji Tegakkan Hak-hak Perempuan, Gedung Putih SkeptisGedung Putih skeptis dengan janji yang diumbar oleh Taliban bahwa mereka akan menegakkan hak-hak perempuan di bawah hukum Islam. Setelah mengambil alih Afghanistan,...
Baca lebih lajut »
Taliban: Hak-hak perempuan akan dilindungi dalam hukum syariah Islam - BBC News IndonesiaJanji Taliban lindungi perempuan berdasarkan syariah. 'Jika kami bisa bekerja dan mendapat pendidikan, itulah definisi kebebasan buat saya, itu adalah batasan saya. Itu adalah batasan yang belum dilanggar Taliban,' kata seorang perempuan Afghanistan.
Baca lebih lajut »
Taliban Berkuasa, Seniman Afghanistan Lukis Perempuan di Posisi GentingAda kekhawatiran ketika Taliban mengambil alih Afghanistan. Shamsia Hassani, seniman jalanan perempuan Afghanistan mengeluarkan emosinya jadi karya seni ini:
Baca lebih lajut »
Reaksi Dunia Pasca Taliban Berkuasa, Turki Bangun Tembok hingga Swiss Tolak Pengungsi Afghanistan - Tribunnews.comSejumlah negara mengeluarkan reaksi beragam terhadap Afghanistan yang kembali jatuh di bawah kepemimpinan Taliban.
Baca lebih lajut »