Meski terancam disanksi, Turki terus membeli senjata dari rival Amerika Serikat ini Turki
jpnn.com, MOSKOW - Rusia dan Turki telah menandatangani kontrak pengiriman resimen kedua dari sistem pertahanan udara S-400 ke Turki. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Rosoboronexport Alexander Mikheev saat berbicara kepada wartawan, Minggu . Pada 2017 lalu, Rusia dan Turki memfinalisasi sebuah kesepakatan senilai sekitar USD 2,5 miliar untuk memasok Ankara dengan sistem pertahanan S-400, dan pengirimannya rampung pada 2019.
Baca Juga: Turki merupakan negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara pertama yang membeli sistem rudal pertahanan udara itu dari Rusia. Amerika Serikat mengecam keras keputusan Turki membeli S-400. Washington bahkan telah menjatuhkan sanksi kepada Turki atas pembelian tersebut. S-400 dianggap sebagai sistem pertahanan udara paling canggih saat ini. Sistem ini diklaim mampu menghancurkan target pada jarak hingga 400 km dan ketinggian hingga 30 km.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Turki Kecam Kritik Yunani Soal Masjid Chora |Republika OnlineYunani mengecam Turki soal Masjid Chora.
Baca lebih lajut »
Turki Nyatakan Mantan Menteri Palestina sebagai Penjahat Paling DicariMantan menteri keamanan Palestina, Mohammad Dahlan, diusir dan kini jadi penasihat Putra Mahkota UEA Mohammed Bin Zayed....
Baca lebih lajut »
Turki Masuki Era Sejarah Baru |Republika OnlinePenemuan cadangan gas alam di Laut Hitam membuka sejarah baru Turki
Baca lebih lajut »
Turki Umumkan Penemuan Cadangan Gas Besar di Laut HitamTurki mengumumkan penemuan gas alam terbesarnya di Laut Hitam pada hari Jumat (21/8). Cadangan tersebut diperkirakan mencapai 320 miliar meter kubik (11,3 triliun kaki kubik). Presiden Tayyip Erdogan mengatakan penemuan itu diharapkan dapat mulai berproduksi pada tahun 2023, sebagaimana dilansir...
Baca lebih lajut »
Menteri Perladangan Malaysia Kena Denda Usai Kembali dari TurkiKementerian Kesehatan Malaysia telah mendenda Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Dr Mohd Khairuddin Aman Razali Malaysia
Baca lebih lajut »