Gerakan Sumut untuk Demokrasi yang dimotori sejumlah pegiat Perempuan mengadukan ketua dan anggota Bawaslu ke DKPP. Bawaslu dinilai melanggar ketentuan kuota 30 persen perempuan dalam Pemilu 2024.
Majelis sidang dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggaraan Pemilu di kantor DKPP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin .
Pengadu mendalilkan, ada ketidakprofesionalan dalam penetapan anggota Bawaslu Provinsi Sumut oleh Bawaslu RI. Ketidakprofesionalan itu, menurut Anggia, tampak saat terjadinya kekosongan hukum selama beberapa jam di Bawaslu Sumut. Ada keterlambatan pelantikan anggota Bawaslu terpilih, yaitu pada 17 Juli 2023. Padahal, anggota Bawaslu Sumut periode sebelumnya mengakhiri masa jabatan pada 16 Juli 2023.
Para pengadu pun meminta DKPP untuk membatalkan keputusan Bawaslu terkait keterpilihan anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, dan merevisinya dengan memperhatikan keterwakilan perempuan. DKPP juga diminta menghukum Bawaslu untuk meminta maaf kepada masyarakat Sumatera Utara melalui media nasional.Bawaslu membantah seluruh dalil yang diajukan oleh pengadu. Menurut anggota Bawaslu, Totok Hariyono, pihaknya sudah berupaya untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan dalam komposisi Bawaslu Sumut.
Namun, dalam perjalanan proses seleksi, panitia seleksi tinggal menyisakan dua calon yang diserahkan ke Bawaslu untuk dipilih separuhnya. Apabila pada akhirnya tidak satu pun calon perempuan yang lolos, menurut Totok, hal tersebut merupakan bagian dari hasil uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan oleh para teradu .
”Jadi, komitmen untuk menghadirkan keterwakilan perempuan kami jaga. Namun, di akhir, ada pertimbangan-pertimbangan lain, salah satunya adalah aduan masyarakat. Itu membuat kami sangat berat hati. Tidak hanya di Sumatera Utara, tetapi ada juga di provinsi lain yang akhirnya kami berat hati tidak ada teman-teman perempuan di sana,” kata Lolly.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Balita Stunting Sering Dimulai dari Weight Faltering, Ini yang Perlu DiwaspadaiAgar Anak Tak Stunting, Perhatikan Ini Saat Memberikan MPASI
Baca lebih lajut »
Komnas Perempuan: Penanganan perempuan korban kekerasan belum idealWakil Ketua Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin menyatakan penanganan dan pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan di Indonesia hingga saat ini belum ...
Baca lebih lajut »
Gelar FGD, Perempuan Bangsa Rumuskan Kebijakan Kesetaraan GenderPerempuan Bangsa menggali berbagai masukan agar isu-isu perempuan menjadi program dan isu strategis kepemimpinan nasional.
Baca lebih lajut »
Perempuan Ini Tak Sengaja Telan AirPods Pro Saat Tidur, Masih Bisa Konek Meski di Dalam PerutSeorang perempuan di Washington AS secara tidak sengaja menelan sebuah AirPods Pro-nya saat sedang tidur. Uniknya, AirPods tersebut masih bisa terhubung dengan ponsel meski ada di dalam perut.
Baca lebih lajut »
Venna Melinda Ngaku Tak Trauma Nikah Lagi: Pasti Semua Perempuan Pengen Enak-enak DongPasti semua perempuan ingin yang enak-enak dong
Baca lebih lajut »