Fitriani tersingkir di tangan pemain unggulan kedua Tai Tzu Ying dari Taiwan di babak kedua Kejuaran Dunia Badminton.
TEMPO.CO, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putri, Fitriani, tak mampu mengimbangi permainan unggulan kedua, Tai Tzu Ying dari Taiwan. Menghadapi Tai Tzu Ying di babak kedua Kejuraan Dunia Badminton 2019 di St Jakobshalle Basel, Swiss, Fitriani kalah dua game langsung 15-21, 14-21 dalam 33 menit.Di game pertama, Fitriani mengaku tak langsung bisa bermain lepas. Dia tak bisa keluar dari tekanan lawan.
Cuma dari situ Fitri banyak kecolongan lagi, kurang sabar, kurang save, sama variasinya perlu ditambah lagi,' ujarnya.Memasuki game kedua, Fitriani mulai menunjukkan perlawanan. Setelah tertinggal 5-11, Fitriani coba mendekatkan poinnya menjadi 13-13. Fitriani kemudian sempat unggul tipis di posisi 14-13. Sayang setelahnya, ia kecolongan delapan poin secara berurutan.“Tadi sih yang di game kedua awal dia agak melambatkan. Tapi dia kan punya pukulan yang bagus dan serangan yang tajam.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tembus Babak Kedua Kejuaraan Dunia BWF, Fitriani Jumpa Tai Tzu YingFitriani mengalahkan pemain Jerman Yvonne Li di babak pertama Kejuaraan Dunia BWF 2019. KejuaraanDuniaBWF
Baca lebih lajut »
Lolos Babak 2 Kejuaraan Dunia, Fitriani Bertemu Unggulan KeduaFitriani bertekad main maksimal saat melawan unggulan kedua, Tai Tzu Ying dari Taiwan di babak kedua Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019.
Baca lebih lajut »
Jonatan Tak Terbebani Target di Kejuaraan Dunia BulutangkisTunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, tak mau terbebani dengan target tertentu di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019.
Baca lebih lajut »
Hasil Kejuaraan Dunia 2019, Fitriani Tumbangkan Wakil JermanMelawan wakil Jerman di Kejuaraan Dunia 2019, Fitriani menang dalam dua gim langsung dengan skor 21-14 dan 21-12 dalam tempo 34 menit.
Baca lebih lajut »
Lin Dan Gagal Pecahkan Rekor di Kejuaraan DuniaAmbisi Lin Dan untuk jadi pemilik tunggal rekor gelar juara dunia akhirnya tak terwujud di Kejuaraan Dunia tahun ini.
Baca lebih lajut »