Tak Buat Solusi, Epidemiolog UI Kritik Cara Pemerintah Tangani Covid-19

Indonesia Berita Berita

Tak Buat Solusi, Epidemiolog UI Kritik Cara Pemerintah Tangani Covid-19
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 22 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 12%
  • Publisher: 51%

Epidemologi UI kritik pemerintah dalam penanganan Covid 19

Selain itu, di wilayah RT zona merah diterapkan karantina 14 hari, lalu dilakukan tes, dan cek kesehatan berkala setiap hari. Warga tetap diwajibkan di rumah bila tidak ada kepentingan yang sangat mendesak.

Menurut Syahrizal, pemerintah pusat seharusnya tidak hanya mengultimatum Jawa Timur, tapi juga DKI Jakarta. Sebab di ibu kota risiko penularan lebih besar 3,9 kali dari Jawa Timur. Seperti diketahui, Jawa Timur kini menjadi provinsi dengan akumulasi angka kasus Covid-19 tertinggi di Tanah Air. ”Kasus Covid di DKI 106 per 100.000 jumlah penduduk. Sedangkan di Jatim 26 per 100.000 jumlah penduduk,” kata Syahrizal.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Cek Fakta: Tidak Benar Gibran Salahkan Rakyat yang Tak Patuhi Aturan Pemerintah soal Covid-19Cek Fakta: Tidak Benar Gibran Salahkan Rakyat yang Tak Patuhi Aturan Pemerintah soal Covid-19Beredar klaim Gibran menyalahkan rakyat yang tidak mematuhi aturan pemerintah atas merebaknya Covid-19, simak faktanya.
Baca lebih lajut »

Hewan kurban tak tularkan COVID-19, pemotong tak perlu pakai baju hazmat - ANTARA TVHewan kurban tak tularkan COVID-19, pemotong tak perlu pakai baju hazmat - ANTARA TVKemenkes mengingatkan masyarakat bahwa penularan COVID19 tidak terjadi dari hewan ke manusia, sehingga para pemotong hewan tidak perlu sampai menggunakan baju hazmat layaknya petugas medis.
Baca lebih lajut »

UPDATE 26 Juni: Bertambah 1 Kasus, Total 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota BekasiUPDATE 26 Juni: Bertambah 1 Kasus, Total 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Kota BekasiKasus Covid-19 terbanyak ada di Kecamatan Rawa Lumbu dengan jumlah kumulatif 47 kasus. Delapan orang di antaranya masih dirawat.
Baca lebih lajut »

Pemkot Bekasi: Pengawasan Protokol Covid-19 Tidak Bisa Hanya Mengandalkan PemerintahPemkot Bekasi: Pengawasan Protokol Covid-19 Tidak Bisa Hanya Mengandalkan PemerintahTedy mengaku pihak Pemkot Bekasi tidak mampu mengawasi seluruh pengunjung di tempat hiburan hingga pariwisata yang telah beroperasi.
Baca lebih lajut »

PNS Gugur Tangani Covid-19 Mendapat Bantuan dari PemerintahPNS Gugur Tangani Covid-19 Mendapat Bantuan dari PemerintahMenteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo menyerahkan secara simbolis santunan...
Baca lebih lajut »

Pemerintah Diminta Tunaikan Janji Beri Insentif Tenaga Medis yang Menangani COVID-19Pemerintah Diminta Tunaikan Janji Beri Insentif Tenaga Medis yang Menangani COVID-19Ketua MPR Bambang Soesatyo menyatakan pemerintah perlu terus memperhatikan kebutuhan tenaga kesehatan atau perawat COVID-19 hingga pemberian insentif yang dijanjikan. insentiftenagamedis
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-27 05:56:00