'Kalau kita kehilangan dokter, ini adalah kerugian yang besar bagi bangsa kita,' Doni Munardo, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tanggapi tagar Indonesia Terserah.
Ia juga menyayangkan masih terlihatnya kerumuman di daerahnya. "Kalau ada insentif bagi tenaga kesehatan yang dibicarakan di TV, kami sama sekali belum menerima dan nggak menuntut itu. Yang penting kami [memberi] pelayanan seperti biasa," kata Evi "Tapi kami minta tolong masyarakat harus benar-benar sadar diri bagaimana harus menyikapi hal ini.
Kalau nggak terpaksa keluar rumah, jangan keluar rumah."Jumardi, perawat di sebuah fasilitas kesehatan di Samarinda, Kalimantan Timur, ikut mengunggah foto dirinya dengan APD dengan tagar #Indonesiaterserah di media sosialnya. Jumardi, yang tak bersedia fotoya ditautkan ke laman BBC, mengatakan ia kecewa saat membaca berita bahwa pemerintah mengizinkan sekelompok orang kembali bekerja seperti biasa. "Pemerintah ingin menghambat atau memutus pandemi Covid-19, tapi justru malah membuat kebijakan yang membebaskan orang umur 45 tahun ke bawah beraktivitas seperti biasanya," ujarnya.Jumardi mengatakan khawatir hal itu akan meningkatkan jumlah kasus positif Covid-19. "Khawatirnya ketika penderita makin banyak, [kami] takut fasilitas kesehatan tidak cukup untuk menampung pasien Covid-19 dan tenaga kesehatan kewalahan dalam penanganannya."Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dokter Brian Sriprahastuti mengatakan pemerintah memahami beban dan tanggung jawab para tenaga kesehatan."... [Pemerintah] masih berusaha keras mengatasi kendala yang ada, termasuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penanganan klinis kasus Covid-19 supaya turun, serta [meningkatkan] perlindungan terhadap tenaga kesehatan," ujar Brian.Pakar kesehatan masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Joko Mulyanto, mengatakan ungkapan para petugas medis di sosial media itu mencerminkan kekesalah karena sejumlah kebijakan pemerintah belakangan ini. Joko, yang juga suami seorang tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19, mencontohkan kebijakan pembagian bantuan sosial di sejumlah tempat yang akhirnya menarik kerumunan.Warga mengantre penyaluran bansos tunai Kemensos, di Kantor Pos Khatib Sulaiman, Padang, Sumatera Barat, . Meskipun tujuannya baik, ia mengatakan pembuat kebijakan tidak memiliki pemahaman baik mengenai cara mencegah penularan Covid-19.Meski begitu, Joko mengatakan yakin petugas kesehatan tak akan mundur dari tugasnya. "Kalau teman-teman pasrah dan tidak melakukan apa-apa atau malah berbalik menjadi pasif, keadaannya malah akan lebih buruk," ujarnya.Dua petugas medis dari Badan Intelijen Negara berada di samping Mobile Laboratory saat tes diagnostik cepat COVID-19 di Pondok Betung, Tangerang, Banten, . Sebagai seorang pakar kesehatan masyarakat, Joko menambahkan ia akan tetap memberi rekomendasi kepada pemerintah. "Ini ungkapan kekesalan, tapi kami nggak terus kemudian berhenti, nggak pengin melakukan apa-apa. Kami akan tetap kritis, tetap memberi rekomendasi."Psikolog sosial, Sunu Bagaskara, mengatakan tagar #Indonesiaterserah mencerminkan rasa frustrasi tenaga medis terhadap masyarakat yang tak kunjung peduli terhadap aturan pembatasan sosial. "Dua bulan masyarakat banyak yang nggak mau mendengar arahan PSBB, nggak mau berempati ke tenaga medis yang sudah nyata-nyata banyak yang jadi korban." "Penegakan hukum belum optimal. Pada intinya, ini memperlihatkan rasa frustrasi tenaga medis melihat hal yang yang nggak sesuai dengan apa yang mereka inginkan [agar masyarakat tinggal di rumah]." Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Dokter Brian Sriprahastuti meminta para tenaga medis tak menyerah dengan keadaan yang ada. "Jangan menyerah karena negara dan bangsa membutuhkan dan menghormati tenaga medis di semua lini," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tagar #AdaptasiDenganCorona Trending, Ahli Epidemiologi: Corona Berpotensi EndemikAdaptasiDenganCorona menjadi trending di Twitter. Berikut saran epidemiolog tentang 'berdamai' dengan corona.
Baca lebih lajut »
Tagar Hari Buku Nasional Puncaki Trending Topic di TwitterBerdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Minggu (17/5/2020), tagar Hari Buku Nasional (HariBukuNasional) sudah puncaki trending topic.
Baca lebih lajut »
Ramai Tagar Indonesia Terserah, Tenaga Ahli BNPB: Saran yang Harus DiterimaJagat sosial media diramaikan dengan hashtag indonesiaterserah terkait penanganan virus Corona di Indonesia.
Baca lebih lajut »
Ramai Tagar #IndonesiaTerserah, Sosiolog: Sebuah Ekspresi Kekecewaan dan Ketidakpercayaan - Tribun SoloRamai Tagar IndonesiaTerserah, Sosiolog: Sebuah Ekspresi Kekecewaan dan Ketidakpercayaan newsupdate
Baca lebih lajut »
Ramai Tagar 'Indonesia Terserah', Dokter Relawan: Kami Juga Manusia, Kami Memang Capek dan Marah - Tribun WowRamai Tagar 'Indonesia Terserah', Dokter Relawan: Kami Juga Manusia, Kami Memang Capek dan Marah lewat tribunnews
Baca lebih lajut »




