Susi Pudjiastuti buka-bukaan soal kartel di sektor kelautan dan perikanan saat dia menjabat sebagai menteri.
Awalnya, Susi bercerita saat membereskan administrasi kapal ikan dalam negeri bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk bisa ditarik pajaknya.
Hal itu terlihat saat pihaknya bertanya kepada pemilik kapal tentang jumlah kepemilikan kapal yang beroperasi di perairan Indonesia. "Sampai Bu Sri Mulyani bilang,"Wah ini saya ingin lempar saja pakai sepatu,". Saya bilang"Iya, saya juga mau, Bu. Saya mau lempar saja pakai sepatu saya yang high heels," seloroh Susi sambil tertawa.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Susi Pudjiastusi Beberkan Penyebab Laut Indonesia Selalu Jadi Target Pencurian IkanMantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebut banyak orang yang belum mengerti apa itu illegal fishing yang sebenarnya.
Baca lebih lajut »
Sempat Dilarang Susi, Cantrang Bakal Dibolehkan Lagi oleh KKPKementerian Kelautan dan Perikanan bakal mengizinkan kembali penggunaan delapan alat tangkap ikan yang sebelumnya dilarang pada era Susi Pudjiastuti.
Baca lebih lajut »
Susi Pudjiastusi Beberkan Penyebab Laut Indonesia Selalu Jadi Target Pencurian IkanMantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebut banyak orang yang belum mengerti apa itu illegal fishing yang sebenarnya.
Baca lebih lajut »
Sempat Dilarang Susi, Cantrang Bakal Dibolehkan Lagi oleh KKPKementerian Kelautan dan Perikanan bakal mengizinkan kembali penggunaan delapan alat tangkap ikan yang sebelumnya dilarang pada era Susi Pudjiastuti.
Baca lebih lajut »
Wapres: Dua Tantangan Besar Akibat Pandemi Harus Ditangani |Republika OnlineWapres mengatakan ada dua tantangan besar akibat pandemi yang harus ditangani segera
Baca lebih lajut »
Ekonomi Kembali Dibuka Bertahap, Ketua Gugus Tugas: Rupiah Menguat!'Kemudian setelah sektor ekonomi kita sampaikan ke publik maka kita lihat ada hal yang positif. Rupiah langsung menguat Bapak Presiden,' kata Doni. Rupiah via detikfinance
Baca lebih lajut »