Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo meminta warga melaporkan ke pihaknya, jika menemukan pegawai pajak bekerja tidak profesional.
JawaPos.com – Hal itu menurut Suryo Pratomo, dilakukan karena berpengaruh pada integritas dan kepercayaan masyarakat.
Menurut Suryo, salah satu kasus yang menjadi sorotan yakni kekerasan yang dilakukan anak dari pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dirjen Pajak Suryo Utomo Siap Turun Tangan Kawal Kasus Mario Dandy SatriyoDirjen Suryo Utomo mendukung proses hukum yang melibatkan Mario Dandy Satriyo, anak salah satu pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jakarta Selatan II, Rafael Alun Trisambodo.
Baca lebih lajut »
Potret Dirjen Pajak Suryo Utomo Kendarai Moge di Acara Klub Motor DJPSuryo Utomo dalam video itu tampak mengendarai motor gede alias moge bersama dengan pejabat Ditjen Pajak lainnya.
Baca lebih lajut »
Profil Suryo Utomo, Dirjen Pajak yang Menangani Kasus Rafael Alun TrisambodoSuryo Utomo merupakan Dirjen Pajak yang kini tengah menangani kasus Rafael Alun Trisambodo. Rafael adalah ayah dari tersangka pelaku penganiayaan Mario Dandy Satrio...
Baca lebih lajut »
Baru Tembus 54 Juta, Dirjen Pajak Minta Wajib Pajak Segera Aktivasi NIK-NPWPJumlah tersebut setidaknya telah mencapai 78,26 persen dari total 69 juta NIK yang ditargetkan menjadi NPWP.
Baca lebih lajut »
Dirjen Pajak Cemas, Kasus Penganiayaan Mario Dandy Satriyo Rusak Citra Pegawai PajakAnak pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kantor Wilayah Jakarta Selatan II, Mario Dandy Satriyo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan putra petinggi GP Ansor
Baca lebih lajut »
Drama Mario Dandy Satriyo Anak Pejabat Pajak Pajak Rafael Trisambodo, Masuk Bui dan Bapak Hilang JabatanUlah Mario Dandy Satriyo (MDS) anak pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo yang melakukan penganiayaan terhadap David di daerah Jakarta Selatan telah mencuri perhatian banyak warganet
Baca lebih lajut »