Nasdem berkomitmen memberikan dukungan tanpa syarat kepada Jokowi.
REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan partai politiknya tidak pernah meminta-minta jatah menteri dalam kabinet bentukan Jokowi untuk lima tahun ke depan bersama KHMa'ruf Amin. Nasdem, kata Paloh, tetap berkomitmen memberikan dukungan tanpa syarat.
Paloh menegaskan, Partai Nasdem dalam Pemilu 2019 memberikan dukungan tanpa syarat dan itu harus diyakini bersama."Tidak pernah saya bicara minggu lalu begini, minggu ke depan kemudian begini, cilaka kita. Satu kali secara resmi saya katakan, NasDem sungguh-sungguh memberikan dukungan tanpa syarat. Tidak ada urusan berapa kursi, mau satu, mau dua, tidak ada masalah," ucapnya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Surya Paloh tegaskan Partai Nasdem tak minta-minta jatah menteriKetua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh menegaskan partai politiknya tidak pernah meminta-minta jatah menteri dalam kabinet bentukan Jokowi untuk lima tahun ...
Baca lebih lajut »
Politikus NasDem Pastikan Surya Paloh Hadiri Kongres PDIPPolitikus NasDem Taufiqulhadi menegaskan tak ada kerenggangan hubungan antara Surya Paloh dan Megawati Soekarnoputri. Surya Paloh akan hadir di Kongres PDIP
Baca lebih lajut »
Sebut akan Minta Tolong Transformer, PLN Minta Maaf'Kalau perlu, kita minta tolong transformer untuk bantu memperbaiki dengan cepat biar duitnya masuk.'
Baca lebih lajut »
NasDem siapkan Ipong dan Awey maju Pilkada Surabaya 2020DPD Partai NasDem Kota Surabaya menyiapkan dua kader potensial yakni Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, dan anggota DPRD Surabaya, Vinsensius Awey, untuk ...
Baca lebih lajut »
PPP Tahu Jatah Menteri, Nasdem: Presiden yang Umumkan'Kami tidak akan ngomong-ngomong, nanti Pak Presiden yang umumkan,' kata Nasdem.
Baca lebih lajut »
MK Tolak Gugatan NasDem Klaim Hilang Suara di Kuala LumpurMahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Partai NasDem dapil DKI Jakarta 2 yang mengklaim kehilangan 35.306 suara di Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca lebih lajut »