JPNN.com : Manajer Riset PatraData Rezki Adminanda mengatakan survei nasional lembaganya mencatat perolehan suara Prabowo Subianto mengungguli kandidat lain.
jpnn.com, JAKARTA - Survei nasional lembaga riset PatraData mencatat perolehan suara Prabowo Subianto mengungguli Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
"Sementara itu terdapat 17,1 persen responden menjawab tidak tahu/ tidak menjawab," ujar Rezki Adminanda, di Kantor PatraData, Jakarta, Rabu . Pada simulasi berikutnya dua nama bakal calon presiden, yaitu Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, memunculkan hasil, Prabowo Subianto unggul jauh head to head dengan Anies Baswedan .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Survei Nasional PatraData Jelang Pendaftaran Capres: Prabowo Ungguli Anies dan GanjarPatraData Research and Consulting mempublikasikan hasil survei nasional soal capres dan cawapres.
Baca lebih lajut »
Survei PatraData: Duet Prabowo-Gibran Ungguli Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin di Pilpres 2024Simulasi pasangan yang diuji adalah dengan memasangkan Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dan Anies Baswedan-Muhaimin.
Baca lebih lajut »
Survei Nasional PatraData: Persentase PSI dan PPP Naik, Diprediksi Lolos ke ParlemenSurvei Nasional PatraData menunjukkan hasil bahwa PDIP unggul terhadap pilihan partai politik dengan 21,88%.
Baca lebih lajut »
Survei Poltracking: Prabowo Subianto Kuasai Suara Jawa BaratPrabowo tercatat memiliki elektabilitas paling tinggi dibandingkan dua rivalnya di wilayah Jawa Barat.
Baca lebih lajut »
Survei: Erick Thohir Bisa Dongkrak Suara Prabowo di JabarDirektur Riset Poltracking Indonesia Arya Budi mengatakan potensi Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) dapat mendongkrak elektabilitas capres di Jawa Barat (Jabar).
Baca lebih lajut »
Isu Gibran Bakal Jadi Cawapres Prabowo, Hasto PDIP: Banyak Suara-suara Rakyat Agar MK Jaga MarwahnyaJelang Putusan MK tersebut ramai soal plesetan dari Mahkamah Konstitusi menjadi Mahkamah Keluarga.
Baca lebih lajut »