GELORA.CO -Mayoritas publik menilai kondisi penegakan hukum nasional trennya semakin memburuk dari tahun sebelumnya. Hal itu terpotret dala...
-Mayoritas publik menilai kondisi penegakan hukum nasional trennya semakin memburuk dari tahun sebelumnya.
"Yang menilai buruk atau sangat buruk lebih banyak, 33.7 persen," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan saat memaparkan hasil surveinya secara virtual pada Kamis .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pemilu 2024 DitundaGELORA.CO - Mayoritas publik menolak penundaan Pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan Presiden. Hal itu terpotret dalam rilis survei terba...
Baca lebih lajut »
Survei LSI: Mayoritas Responden Puas dengan Kinerja Presiden Jokowi | merdeka.comDjayadi mengatakan, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden merata di semua segmen responden. Dari segi gender, usia, etnis, agama, pekerjaan dan pendidikan.
Baca lebih lajut »
Survei LSI: Publik Nilai Kondisi Ekonomi Terus Menurun | merdeka.comPada kondisi penegakan hukum nasional, yang menjawab sangat baik 1,8 persen, baik 27,9 persen, sedang 29,9 persen, buruk 31,0 persen dan sangat buruk 2,7 persen. Tidak jawab 6,6 persen.
Baca lebih lajut »
Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Tolak Perpanjangan Masa Jabatan PresidenSurvei LSI menunjukkan, mayoritas masyarakat menolak perpanjangan masa jabatan presiden hingga 2027. Selengkapnya: 👇 MasaJabatanPresiden
Baca lebih lajut »
Survei LSI: Mayoritas Masyarakat Menolak Perpanjangan Jabatan PresidenDjayadi menyebut apabila isu perpanjangan masa jabatan presiden terus disebarkan, maka akan semakin kuat juga penolakan dari masyarakat.
Baca lebih lajut »
Survei LSI: Mayoritas Responden Menolak Perpanjangan Masa Jabatan Presiden | merdeka.comDirektur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengungkapkan, bahwa mayoritas responden menyatakan menolak perpanjangan masa jabatan presiden dengan alasan adanya Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Baca lebih lajut »