Survei: Gelombang kedua COVID-19, publik pilih normal baru

Indonesia Berita Berita

Survei: Gelombang kedua COVID-19, publik pilih normal baru
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 antaranews
  • ⏱ Reading Time:
  • 39 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 19%
  • Publisher: 78%

Survei menyebutkan mayoritas publik menginginkan normal baru bila gelombang COVID19 terjadi di Tanah Air.

Hasil survei Center for Political Communication Studies terkait gelombang kedua COVID-19. )

"Secara mutlak, mayoritas publik lebih menginginkan tetap diterapkannya normal baru, seandainya gelombang kedua COVID-19 terjadi, yaitu mencapai 82,4 persen," kata Direktur Eksekutif Center for Political Communication Studies Tri Okta SK dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu. Hanya sebagian kecil publik yang memilih diberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar , yaitu sebesar 12,8 persen, sedangkan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab sebanyak 4,8 persen.

Seperti diakui sendiri oleh Presiden Joko Widodo, krisis kesehatan telah berkembang menjadi krisis ekonomi, ditandai dengan ancaman pertumbuhan negatif pada kurun 2020.Berbeda dengan krisis 1998, di mana waktu itu sektor UKM mampu bertahan, ujarnya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

antaranews /  🏆 6. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Ancaman Gelombang Kedua Covid-19, Airlangga Peringatkan Masyarakat Tetap WaspadaAncaman Gelombang Kedua Covid-19, Airlangga Peringatkan Masyarakat Tetap WaspadaKunci dari penyelesaian masalah Covid-19 ini menurut Airlangga Hartarto adalah penemuan vaksin Corona.
Baca lebih lajut »

Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19Ma'ruf Amin tidak menampik bahwa pelaksanaan Pilkada 2020 cukup berisiko terhadap persebaran virus corona.
Baca lebih lajut »

Epidemiolog: Indonesia belum mencapai gelombang pertama COVID-19 - ANTARA TVEpidemiolog: Indonesia belum mencapai gelombang pertama COVID-19 - ANTARA TVANTARA - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan masyarakat harus tetap waspada selama masa pandemi COVID-19. Menurtnya, belum saatnya ...
Baca lebih lajut »

Gelombang Ketiga Covid-19, Hong Kong Tutup Sekolah LagiGelombang Ketiga Covid-19, Hong Kong Tutup Sekolah LagiTotal, jumlah kasus Covid-19 di Hong Kong sejak Januari lalu menjadi 1.404 orang dan tujuh di antaranya meninggal.
Baca lebih lajut »

Gelombang Pertama Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum BerakhirGelombang Pertama Pandemi Covid-19 di Indonesia Belum BerakhirAhli epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono menyebut kini pandemi covid-19 di Indonesia masih berada dalam gelombang pertama dan bahkan belum mencapai puncaknya.
Baca lebih lajut »

Gelar Rapid Test Massal, 19 Dosen Unhas Reaktif Covid-19Gelar Rapid Test Massal, 19 Dosen Unhas Reaktif Covid-19Sebanyak 19 dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) dinyatakan reaktif usai mengikuti rapid test massal yang digelar di kampus sejak Rabu (8/7/2020).
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-26 10:57:44