Beyond the Breaking News

Survei CHED ITB: Pedagang Untung Sampai 30 Persen Jika Jual Rokok Eceran

Indonesia Berita Berita

Survei CHED ITB: Pedagang Untung Sampai 30 Persen Jika Jual Rokok Eceran
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama

Hasil survei sebut 85 persen rokok eceran dijual PKL, sehingga mungkin saja sulit untuk diawasi. Pedagang juga untung lebih banyak jika jual rokok eceran.

- Presiden Joko Widodo akan melarang penjualan rokok batangan dan melarang iklan rokok pada media digital pada 2023. Hal itu diatur dalam Keputusan Presiden No 25 Tahun 2022 tentang Penyusunan Program Pemerintah.

Tujuan aturan itu, agar perokok pemula seperti pelajar dan anak-anak tidak bisa lagi membeli rokok. Namun dari sisi pedagang, menjual rokok eceran jauh lebih menguntungkan dibanding menjual rokok per bungkus. Sebatang rokok bisa dihargai Rp2.000 hingga Rp3.000 tergantung jenis rokoknya. Peneliti dari Center of Human dan Development Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Adi Musharianto mengatakan, rokok eceran dapat memberikan keuntungan pada penjual rokok sebesar 20 hingga 30 persen.“Ini akan meningkatkan daya beli rokok terutama bagi anak-anak yang masih sekolah dan orang miskin yang memiliki keterbatasan pendapatan untuk membelanjakan barang,” kata Adi saat itu, dikutip dariAdi menyebutkan, bila satu bungkus rokok dengan isi 16 batang dijual seharga Rp25.000, kemudian dijual kembali dengan harga per batang Rp2.000, maka profit ekstra yang didapatkan oleh penjual bisa mencapai Rp7.000 per bungkusnya. Hal itu disebabkan banyak dari masyarakat khususnya pelajar dan masyarakat berpendapatan rendah, memiliki akses yang mudah dalam menikmati rokok eceran tersebut. Banyak di antara mereka membeli rokok eceran di tempat yang tidak memiliki izin dagang secara resmi.Ia menjelaskan, data itu didapat dari survei CHED dengan standar acuan Harga Jual Eceran dan Harga Transaksi Pasar pada PMK 198/010/2020. Survei itu dilakukan pada area Jabodetabek. Selain itu, hasil survei menyebutkan, penjualan rokok eceran sebanyak 80 persen ditemukan di terminal atau stasiun, 75 persen di pom bensin SPBU, 71 persen pada grosir, 75 persen ditemukan di pasar tradisional dan 0 persen pada minimarket. Dari keenam titik penjualan tersebut, rata-rata penjualan harian rokok di area Jabodetabek dapat mencapai Rp408.946 per harinya.Selain karena mudahnya akses pada rokok eceran, profit semakin meningkat karena adanya pola pikir kedua kelompok yang tetap dapat menikmati rokok bermerek populer dengan harga yang rendah."Dari hasil survei, terdapat lima merek terkenal yang mudah diakses yaitu Malboro Merah, Sampoerna Mild, Dji Sam Soe, Gudang Garam Filter dan Djarum Super," ujarnya.“Ini juga memberikan peluang bagi mereka untuk tetap bisa mengkonsumsi rokok karena bisa diecer. Walaupun sebungkus harganya Rp30.000 dengan isi 10 sampai 12 batang, jika dia memiliki uang Rp10.000 berarti setidaknya dia bisa membeli tiga batang rokok,” sambungnya.

GooglePlease follow us on Google to support us
Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

KompasTV /  🏆 22. in İD

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Survei Lembaga Pemilih Indonesia Sebut Masyarakat Lebih Percaya Polri Dibanding ...Survei Lembaga Pemilih Indonesia Sebut Masyarakat Lebih Percaya Polri Dibanding ...Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia, Boni Hargens menyebut pada tahun 2023 akan ada banyak permasalahan yang mungkin terjadi, seperti...
Baca lebih lajut »

Sekjen Golkar Bantah Sebut Ada Konflik di PDIP Pasca-Survei Ganjar Ungguli Puan: Saya Minta MaafSekjen Golkar Bantah Sebut Ada Konflik di PDIP Pasca-Survei Ganjar Ungguli Puan: Saya Minta MaafSekjen Partai Golkar Lodewijk F Paulus membantah pernah bilang ada keributan di internal PDIP karena survei Ganjar Pranowo ungguli Puan.
Baca lebih lajut »

Presiden Jokowi Sebut Keppres Penghentian PPKM Tergantung Kajian Sero SurveiPresiden Jokowi Sebut Keppres Penghentian PPKM Tergantung Kajian Sero SurveiPresiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menanti kajian.
Baca lebih lajut »

Survei BPS: Hanya 34,1 Persen Pedagang Berjualan di E-CommerceSurvei BPS: Hanya 34,1 Persen Pedagang Berjualan di E-CommerceBerdasarkan survei terbaru BPS, banyak pelaku usaha yang belum menggunakan platform e-commerce untuk berjualan.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-07-18 05:42:08