Tottenham sedang menyelidiki laporan bahwa sekelompok penggemar secara verbal melecehkan pengunjuk rasa di demonstrasi Black Lives Matters.
Sebuah klip video muncul di media sosial yang memperlihatkan pria berteriak kepada pengunjuk rasa di Hoddesdon, Hertfordshire, pada hari Senin. Terdengar seorang pria meneriakan 'kembali ke Afrika' dalam adegan-adegan yang tidak menyenangkan. Satu orang dalam video itu mengenakan pakaian Tottenham Hotspurs.
Video yang diposting ke media sosial itu menjadi perhatian klub. Penyanyi Declan McKenna, mendesak klub untuk memeberikan sanksi kepada supporternya jika terbukti melakukan pelecehan. Protes itu diadakan di tengah tanggapan dunia atas pembunuhan George Floyd oleh seorang polisi di Amerika Serikat pada 25 Mei.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kelompok Black Lives Matter Gugat Departemen Polisi Seattle |Republika OnlineKelompok Black Lives Matter menggugat taktik dan aksi kekerasan polisi saat demo
Baca lebih lajut »
New York Ubah Nama Jalan Jadi Black Lives Matter |Republika OnlineNew York akan mengecat jalan raya untuk menghormati gerakan Black Live Matter.
Baca lebih lajut »
VIRAL Massa Pendukung Donald Trump, Olok- olok 'Black Lives Matter' & Perankan Tewasnya George Floyd - Tribun AmbonSekelompok massa di Amerika Serikat (AS) memicu kemarahan publik, lantaran muncuk dengan mengolok- olok protes Black Lives Matter.
Baca lebih lajut »
John Cena Dukung Aksi 'Black Lives Matter' |Republika OnlineJohn Cena bergabung dengan para penggemar grup BTS dukung 'Black Lives Matter'.
Baca lebih lajut »
Mural Black Lives Matter Terlihat dari SatelitAksi massa black lives matter terus digemakan di berbagai penjuru dunia pasca-kematian tragis George Floyd. Bahkan, aksi tersebut terlihat sampai antariksa. GeorgeFloyd via detikinet
Baca lebih lajut »
Black Lives Matter Gugat Polisi Seatle AS |Republika OnlinePolisi digugat karena menggunakan cara kekerasan menghadapi pendemo.
Baca lebih lajut »