Sumur yang berjarak empat hingga lima rumah dari SPBU di Gunung Sindur, Kab. Bogor, terindikasi tercampur oleh Pertalite.
Berdasarkan sampel air yang diambil dari rumah warga yang berjarak sekitar 100-150 meter dari SPBU, tidak terdapat kontaminasi BBM.
"Selanjutnya dilakukan penjadwalan tank cleaning dan hydrostatic/pneumatic test untuk tangki dan pipa." "DLH akan melakukan sampling air yang diduga tercemar BBM di sumur milik warga dan minyak di tangki pendam milik SPBU 34.16317, untuk memastikan apakah minyak di air sumur warga identik dengan minyak di tangki pendam SPBU," kata Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pengelolaan Limbah B3, DLH Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pertamax di Sumur Warga di Bogor, Pihak Kecamatan Minta Komunikasi dengan SPBU DipercepatSaat ini sumur dalam keadaan kering, sehingga menyebabkan cairan yang diduga Pertamax tersebut ikut turun dan makin tampak terlihat.
Baca lebih lajut »
Air Sumur Warga Gunung Sindur Tercemar BBM, Diduga dari SPBU di Depan PemukimanSebagian warga Nagrong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor mengeluh tidak lagi bisa menggunakan air sumur untuk kebutuhan sehari-hari. Air tersebut diduga tercemar bahan bakar minyak (BBM) dari sebuah SPBU yang ada di depan pemukiman warga.
Baca lebih lajut »
Respons Pertamina soal Air Keran Warga Tercampur BBM di Gunung SindurPertamina sudah menerjunkan tim untuk mengecek empat sumur warga Gunung Sindur, Bogor yang diduga tercampur BBM.
Baca lebih lajut »
Belasan Sumur Warga di Gunung Sindur Bogor Tercemar BBM, Air Berwarna Hijau dan Mudah TerbakarAir sumur warga di Gunung Sindur, Bogor yang tercemar BBM ini telah terjadi sejak 2016 lalu.
Baca lebih lajut »
Air Sumur Diduga Tercemar BBM di Gunung Sindur Bogor, Warga: Saat Dicoba di Motor, HidupAir sumur yang digunakan sejumlah penduduk di Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga tercemar BBM.
Baca lebih lajut »